5 Fitur Lawas iPhone yang Paling Dirindukan Pengguna di Tahun 2026

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
5 Fitur Lawas iPhone nan Paling Dirindukan Pengguna di Tahun 2026 5 fitur ikonik iPhone nan telah dihapus Apple namun tetap diharapkan kembali oleh para pengguna.(Dok. Yahoo Tech)

SEJAK Steve Jobs memperkenalkan iPhone pertama pada tahun 2007, Apple terus melakukan perulangan besar-besaran pada perangkat unggulannya ini. Namun, seiring dengan hadirnya penemuan baru seperti Face ID, AirDrop, hingga integrasi Math Notes di iOS terbaru, ada beberapa fitur ikonik nan terpaksa dikorbankan.

Meskipun teknologi terus berkembang menuju standar keamanan digital nan lebih tinggi, banyak pengguna nan tetap mengharapkan kembalinya fitur-fitur "klasik" nan dianggap memberikan kenyamanan lebih.

Berikut adalah lima fitur lawas iPhone nan paling sering dibicarakan dan dirindukan oleh para pengguna di beragam forum teknologi.

1. 3D Touch: Sensitivitas Tekanan nan Tak Tergantikan

Diperkenalkan pada iPhone 6s (2015) dan dihentikan pada iPhone XR (2018), 3D Touch adalah fitur berbasis perangkat keras nan memungkinkan layar merespons tingkat tekanan jari pengguna. Fitur ini memungkinkan kegunaan "Peek and Pop" untuk memandang pratinjau email alias foto tanpa betul-betul membukanya.

Bagi para pemain game First-Person Shooter (FPS), 3D Touch sangat krusial lantaran memungkinkan mereka membidik dan menembak tanpa perlu mengangkat jari. Apple menggantinya dengan Haptic Touch, solusi berbasis perangkat lunak nan mengandalkan lama sentuhan (tekan lama). Meski lebih mudah diimplementasikan, Haptic Touch dianggap lebih lambat dan tidak mempunyai presisi bentuk nan sama dengan 3D Touch.

2. Touch ID: Keamanan Biometrik nan Praktis

Sebelum era layar edge-to-edge dimulai oleh iPhone X, Touch ID adalah standar emas keamanan Apple. Pengguna cukup meletakkan jari pada tombol Home untuk membuka kunci alias melakukan pembayaran via Apple Pay. Meski Face ID saat ini sangat canggih dengan kamera TrueDepth-nya, Touch ID tetap dirindukan lantaran keandalannya dalam kondisi tertentu—seperti saat pengguna tidak mau menatap layar alias ketika wajah terhalang aksesori tertentu.

Perbandingan Biometrik:

Fitur Kelebihan Kekurangan
Touch ID Cepat, tidak perlu menatap layar. Sulit saat tangan basah/pakai sarung tangan.
Face ID Sangat kondusif (3D scan), hands-free. Membutuhkan perspektif pandang kamera nan pas.

3. Headphone Jack 3.5mm

Keputusan Apple menghapus lubang audio pada iPhone 7 demi mendorong masa depan nirkabel (AirPods) tetap menjadi perdebatan hingga kini. Alasan utama Apple adalah efisiensi ruang internal dan peningkatan ketahanan air (water resistance). Namun, bagi para audiophile, kualitas audio Bluetooth belum bisa menandingi latensi rendah dan kejernihan kabel fisik.

Penggunaan adaptor (dongle) sering dianggap merepotkan lantaran mudah lenyap dan menghalangi pengguna untuk mengisi daya baterai sembari mendengarkan musik secara bersamaan.

4. Kontrol Penuh Bluetooth dan Wi-Fi di Control Center

Sejak iOS 11, mengetuk ikon Bluetooth alias Wi-Fi di Control Center tidak lagi mematikan modul tersebut sepenuhnya, melainkan hanya memutus hubungan perangkat untuk sementara. Sistem bakal menyalakannya kembali secara otomatis pada jam 5 pagi alias saat pengguna beranjak lokasi.

Banyak pengguna menginginkan opsi untuk mematikan fitur ini secara permanen langsung dari Control Center demi argumen keamanan dan penghematan baterai, tanpa kudu masuk jauh ke dalam menu Pengaturan (Settings).

5. Manajemen Aplikasi via iTunes

Dahulu, pengguna bisa mengatur tata letak aplikasi di layar iPhone melalui iTunes di komputer. Fitur ini sangat memudahkan pengaturan jika pengguna mempunyai ratusan aplikasi, lantaran mereka bisa menarik dan melepas (drag-and-drop) ikon antar laman dengan sigap menggunakan mouse.

Setelah iTunes 12.7 dan peluncuran macOS Catalina, fitur ini dihapus. Kini, mengatur aplikasi langsung di layar iPhone dianggap lebih melelahkan dan menyantap waktu, terutama saat kudu memindahkan aplikasi melewati banyak laman layar utama.

Kesimpulan: Akankah Apple Membawa Mereka Kembali?

Apple mempunyai rekam jejak mendengarkan keluhan pengguna jika tekanan publik cukup besar, seperti saat mereka mengembalikan parameter persentase baterai. Namun, untuk fitur nan melibatkan perubahan perangkat keras besar seperti 3D Touch alias tombol Home, kemungkinan kembalinya fitur tersebut sangat kecil. Fokus Apple saat ini tetap pada minimalisme kreasi dan keamanan biometrik wajah nan lebih terintegrasi.

Pros & Cons Inovasi Apple:

  • Pros: Perangkat lebih tipis, baterai lebih besar (tanpa jack audio), layar lebih luas (tanpa tombol Home).
  • Cons: Ketergantungan pada aksesori nirkabel, hilangnya kontrol manual nan cepat, biaya perbaikan layar nan lebih mahal. (Z-10)
Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia