
5 Fakta Prabowo dan Purbaya Cs Putar Otak Jaga Defisit APBN Tak Lebih 3 Persen (Foto: Setkab)
JAKARTA - Pemerintah kerja keras dan putar otak agar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tidak melebar melampaui 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) sebagaimana pemisah nan ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara. Ancaman pelebaran defisit APBN 2026 imbas melonjaknya nilai minyak bumi lantaran perang AS-Israel vs Iran.
Hingga Februari 2026, tercatat defisit APBN sebesar Rp135,7 triliun alias setara dengan 0,53 persen terhadap PDB. Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, perihal ini tetap berada dalam jalur nan kondusif meskipun hingga akhir Februari tercatat mengalami defisit.
“Defisit APBN tercatat sekitar Rp135,7 triliun alias 0,53 persen dari PDB nan tetap berada dalam koridor kreasi APBN 2026,” ujar Purbaya dalam konvensi pers APBN KiTa di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Berikut ini Okezone rangkum menjaga defisit APBN 2026 agar tidak melampaui 3 persen, Jakarta, Senin (16/3/2026).
1. Prabowo Ingin Defisit APBN Tak Bertambah
Prabowo menyampaikan angan agar Indonesia suatu saat juga dapat menghilangkan defisit anggaran. Artinya, penerimaan negara bisa menutupi seluruh shopping negara. "Kita berambisi selalu menjaga agar defisit kita tidak bertambah. Bahkan cita-cita kita adalah, jika bisa, kita tidak mempunyai defisit," ujar Prabowo di akhir Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden untuk menanggapi kekhawatiran bahwa defisit anggaran bisa melampaui 3 persen di tengah ketidakpastian dunia akibat bentrok di Timur Tengah. Lonjakan nilai minyak bumi dikhawatirkan dapat meningkatkan anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Prabowo mengakui bentrok di Timur Tengah berpotensi memengaruhi nilai BBM hingga nilai pangan. Namun, dengan upaya swasembada pangan nan sedang dikerjakan pemerintah, Indonesia dinilai tidak perlu terlalu khawatir.
Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan sumber daya pengganti untuk menggantikan BBM. Energi tersebut berasal dari sumber daya alam (SDA) nan melimpah di dalam negeri, seperti bioetanol dan biofuel. "Kita, alhamdulillah, sudah mengamankan masalah pangan nan mendasar. Untuk BBM, sebenarnya kita sudah mempunyai rencana-rencana, dan ini bakal kita akselerasi," jelasnya.
2. Purbaya soal Defisit APBN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi rumor nan beredar mengenai rencana pemerintah dan DPR untuk melampaui periode pemisah defisit APBN sebesar 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menurut Purbaya, hingga saat ini dirinya belum mengetahui adanya rencana perubahan patokan nan tertuang dalam UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara tersebut.
Purbaya memastikan bahwa postur APBN saat ini tetap cukup handal dalam menghadapi ketidakpastian global, terutama mengenai akibat eskalasi bentrok di Timur Tengah terhadap nilai minyak dunia.
"Saya belum tahu, tetap dipikirin kali ya. Tapi kita selalu hitung akibat kenaikan nilai minyak bumi ke APBN kita. Sehingga kelak jika perlu satu keputusan, kita hitungin dalam dampaknya itu saja," tegas Purbaya usai sidang debottlenecking, Jumat (13/3/2026).
Purbaya juga membantah bahwa opsi pelebaran defisit tersebut telah dibahas secara unik berbareng Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas terbaru.
"Saya enggak terlalu ingat tuh, saya sih lihat masalah ekonomi saja (yang dibahas dalam ratas)," tutur Purbaya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·