Feby Novalius
, Jurnalis-Minggu, 08 Maret 2026 |07:02 WIB

Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran mengguncang pasar saham Indonesia. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)
JAKARTA — Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran mengguncang pasar saham Indonesia, membikin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan cukup dalam pekan ini.
Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pelaku pasar modal dan masyarakat untuk tidak panik menanggapi perubahan ekonomi serta penurunan IHSG. Purbaya menegaskan bahwa Indonesia saat ini telah memasuki fase ekspansi ekonomi nan diproyeksikan stabil dalam jangka panjang.
Berikut Okezone.com merangkum fakta-fakta menarik mengenai laju IHSG nan merosot tajam minggu ini, Minggu (8/3/2026):
1. IHSG Tertekan 7,89%
Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup periode perdagangan 2–6 Maret 2026 di area negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan cukup dalam dengan penurunan sebesar 7,89 persen dalam sepekan terakhir.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan bahwa indeks sekarang berada di level 7.500-an setelah sebelumnya sempat memperkuat di level psikologis 8.200.
"Perubahan terjadi pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan sebesar 7,89 persen sehingga ditutup pada level 7.585,687, dari posisi 8.235,485 pada pekan lalu," ujar Kautsar.
2. Kapitalisasi Pasar Anjlok
Sejalan dengan melemahnya IHSG, kapitalisasi pasar bursa juga terkoreksi sebesar 7,85 persen, dari Rp14.787 triliun menjadi Rp13.627 triliun. Penurunan ini diikuti oleh melambatnya seluruh parameter rata-rata transaksi harian di bursa.
Rata-rata Nilai Transaksi Harian turun 16,64 persen menjadi Rp24,97 triliun.
Rata-rata Volume Transaksi Harian turun 17 persen menjadi 42,34 miliar lembar saham.
Rata-rata Frekuensi Transaksi Harian turun 7,33 persen menjadi 2,73 juta kali transaksi.
3. Aksi Jual Asing
Sentimen jual juga datang dari penanammodal asing nan mencatatkan nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp263 miliar pada Jumat (6/3). Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, nilai jual bersih penanammodal asing telah mencapai Rp7,29 triliun.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·