4 WNI Ikut Terlibat di Kasus Markas Judi Online Hayam Wuruk

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Bareskrim Polri mengungkapkan empat penduduk negara Indonesia (WNI) nan turut terlibat dalam kasus sindikat judi online (judol) nan bermarkas di Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin mengatakan keempat WNI berinisial MAP, BT, DFA dan DA ini juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tim Ditipidum Bareskrim Polri turut mengamankan 4 orang penduduk negara Indonesia nan memfasilitasi dan terlibat dalam operasional jaringan ini," kata Nunung dalam konvensi pers, Jumat (26/6).

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra membeberkan keempat WNI itu mempunyai peran berbeda.

Untuk MAP disebut berkedudukan sebagai admin finansial nan posisinya berada di bawah seorang leader dalam jaringan itu.

"Dari pendalaman, nan berkepentingan ini selain admin juga sebagai pemegang operasional, jadi memegang ATM untuk aktivitas operasional baik itu makan kemudian aktivitas sehari-hari," ucap Wira.

Kemudian, tersangka BT berkedudukan membantu proses penyewaan Gedung Hayam Wuruk Plaza nan digunakan untuk operasional pertaruhan online.

Lalu, DFA berkedudukan menyiapkan rekening dan kartu ATM nan mana perihal itu diserahkan kepada tersangka MAP dan LTH, WN Cina nan saat ini tetap buron.

"Tersangka keempat adalah inisial DA. Ini membantu menyediakan sarana finansial gambling berupa menyiapkan kartu ATM dan membantu penukaran kripto. Kemudian membantu mengurus izin tinggal daripada penduduk negara asing tersebut," tutur Wira.

Diketahui, dalam perkara ini Bareksrim Polri juga telah menetapkan 287 orang penduduk negara asing (WNA) sebagai tersangka.

Nunung mengatakan total ada 322 orang WNA ditangkap dalam perkara ini. Namun, 35 orang lainnya saat ini tetap dalam pendalaman.

"Jadi dari 322 tersebut, 287 sudah kita tetapkan menjadi tersangka, antara lain 76 WNA China, tiga WNA Laos, dua WNA Malaysia, 15 WNA Myanmar, enam WNA Thailand, dan 185 WNA Vietnam," kata dia.

Nunung membeberkan sindikat ini mengelola lebih dari 145 situs gambling online secara bergantian untuk menghindari pemblokiran. Mereka juga menggunakan server dan hosting nan berada di luar negeri.

Kemudian, dari kajian digital salah satu platform, tercatat total deposit nan dikelola mencapai belasan triliun rupiah. Saat ini Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap melakukan pendalaman.

"Berdasarkan kajian digital pada salah satu platform milik tersangka, tercatat total deposit sekitar 13,9 triliun," ucap Nunung.

(dis/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional