Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) berbareng Panitia Seleksi Nasional menyatakan bakal melakukan pertimbangan besar-besaran terhadap penyelenggaraan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Evaluasi tersebut dilakukan menyusul laporan meninggalnya empat peserta saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, menyampaikan bahwa pertimbangan bakal mencakup penguatan proses seleksi hingga penyempurnaan prosedur penanganan kesehatan di seluruh satuan pendidikan.
“Langkah-langkah nan dilakukan meliputi penguatan proses seleksi kesehatan, penemuan awal kondisi medis peserta, peningkatan pengawasan oleh tenaga kesehatan selama pendidikan, penelusuran (tracing) terhadap peserta nan mempunyai keluhan serupa, serta penyempurnaan prosedur penanganan kesehatan di seluruh satuan pendidikan," ujar Rico dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).
Diketahui, jumlah peserta Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) program tersebut nan meninggal bumi bertambah menjadi empat orang. Sebelumnya, tiga peserta SPPI nan lebih dulu meninggal bumi adalah Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq. Ketiganya dilaporkan wafat saat menjalani pendidikan.
Salah satu peserta terbaru nan meninggal adalah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan nan tengah mengikuti pendidikan di Satdik Yon Parako 465.
“Almarhum mengalami keluhan kesehatan berupa sesak napas dan segera mendapatkan penanganan awal dari tim kesehatan satuan,” ujar Rico.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·