4 Makanan yang Dianjurkan Saat Perimenopause, Bantu Tubuh Hadapi Menopause

Sedang Trending 6 hari yang lalu
4 Makanan nan Dianjurkan Saat Perimenopause, Bantu Tubuh Hadapi Menopause Ilustrasi(Magnific)

PERIMENOPAUSE merupakan fase transisi alami nan terjadi sebelum seorang wanita memasuki menopause. Pada masa ini, kadar hormon estrogen dalam tubuh mulai mengalami perubahan sehingga memicu beragam perubahan bentuk maupun emosional.

Gejala nan muncul bisa berbeda pada setiap wanita, mulai dari siklus menstruasi nan tidak teratur, sensasi panas mendadak alias hot flashes, gangguan tidur, perubahan suasana hati, hingga berkurangnya kepadatan tulang. Karena itu, menjaga pola hidup sehat, termasuk memperhatikan asupan makanan, menjadi langkah krusial untuk membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Dilansir dari Halodoc, beberapa jenis nutrisi diketahui dapat membantu mendukung kesehatan tubuh selama perimenopause. Nutrisi tersebut tidak hanya berkedudukan dalam menjaga keseimbangan tubuh, tetapi juga dapat membantu mengurangi akibat beragam masalah kesehatan nan umum terjadi seiring bertambahnya usia.

Berikut empat jenis makanan dan nutrisi nan direkomendasikan untuk dikonsumsi selama perimenopause.

1. Makanan Tinggi Protein

Protein menjadi salah satu nutrisi nan krusial selama masa perimenopause. Pasalnya, wanita condong mengalami penurunan massa otot seiring bertambahnya usia dan perubahan hormon nan terjadi pada fase ini.

Mencukupi kebutuhan protein dapat membantu mempertahankan massa otot, menjaga kekuatan tubuh, serta mendukung proses metabolisme. Selain itu, protein juga berkedudukan dalam mengontrol rasa lapar, membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, dan mendukung keseimbangan hormon.

Beberapa sumber protein nan baik antara lain:

  • telur,
  • ayam tanpa kulit,
  • ikan salmon,
  • yoghurt,
  • kacang-kacangan,
  • selai kacang.

Menambahkan sumber protein pada setiap waktu makan dapat membantu tubuh memperoleh faedah nan lebih optimal.

2. Makanan Kaya Asam Lemak Omega-3

Asam lemak omega-3 dikenal mempunyai banyak faedah bagi kesehatan, terutama dalam membantu mengurangi peradangan di dalam tubuh. Nutrisi ini juga berkedudukan dalam menjaga kesehatan otak dan mendukung kestabilan suasana hati.

Hal tersebut krusial lantaran sebagian wanita mengalami perubahan emosi alias indikasi depresi selama perimenopause akibat perubahan hormonal nan terjadi.

Sumber omega-3 dapat diperoleh dari beberapa makanan berikut:

  • ikan berlemak (salmon, sarden, dan tuna),
  • biji rami (flaxseed),
  • biji chia, 
  • kacang kenari.

3. Makanan Tinggi Serat

Serat merupakan nutrisi nan tidak kalah krusial selama perimenopause. Konsumsi serat nan cukup dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga mengurangi kemauan untuk mengonsumsi makanan berlebihan.

Manfaat ini sangat membantu bagi wanita nan mau menjaga berat badan tetap ideal, terutama lantaran metabolisme tubuh umumnya mulai melambat seiring bertambahnya usia.

Selain mendukung pengendalian berat badan, serat juga berkedudukan dalam menjaga kesehatan pencernaan dan menurunkan akibat beragam penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke, serta beberapa jenis kanker.

Sumber serat nan baik antara lain buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, serta biji-bijian utuh seperti oatmeal dan gandum utuh. Wanita dianjurkan memenuhi kebutuhan serat harian sekitar 21 gram untuk mendapatkan faedah kesehatannya.

4. Makanan Kaya Kalsium

Kesehatan tulang menjadi salah satu aspek nan perlu mendapat perhatian selama perimenopause. Penurunan kadar estrogen dapat meningkatkan akibat osteoporosis alias pengeroposan tulang pada wanita.

Karena itu, kebutuhan kalsium perlu dipenuhi dengan baik guna menjaga kepadatan dan kekuatan tulang. Wanita nan memasuki masa perimenopause disarankan mengonsumsi sekitar 1.200 miligram kalsium per hari.

Kalsium dapat diperoleh dari beberapa makanan berikut:

  • susu rendah lemak, 
  • yoghurt, 
  • keju, 
  • tahu, 
  • tempe, 
  • ikan dengan tulang lunak, 
  • sayuran hijau tertentu. 

Selain itu, vitamin D juga diperlukan agar penyerapan kalsium dalam tubuh berjalan lebih optimal.

Selain memperhatikan asupan makanan, wanita nan sedang menjalani perimenopause juga dianjurkan menerapkan style hidup sehat secara menyeluruh. Berolahraga secara teratur, menjaga berat badan ideal, tidur nan cukup, dan menghindari kebiasaan merokok dapat membantu mengurangi beragam keluhan nan muncul selama masa transisi menuju menopause. (Halodoc/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia