NASA resmi mengungkap nama para astronaut nan bakal menjadi kru misi Artemis III, ialah Randy Bresnik (Commander), Frank Rubio (Mission Specialist), Andre Douglas (Mission Specialist) dan nan terakhir dari European Space Agency (ESA), Luca Parmitano (Pilot). Mereka bakal menjalani misi pertemuan (rendezvous) dan penyambungan (docking) kapsul Orion dengan sistem pendarat manusia komersial.
Keempat astronaut Artemis III diumumkan pada Selasa (9/6) malam WIB. Saat ini, NASA menargetkan peluncuran Artemis III pada pertengahan hingga akhir 2027. Jadwal tersebut membikin aspek rotasi kru di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), kesiapan pelatihan, serta skill teknis menjadi penentu utama.
Pada Artemis II, NASA menerbangkan empat astronaut terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan astronaut dari Badan Antariksa Kanada (CSA), dan Jeremy Hansen, dalam misi 10 hari menggunakan kapsul Orion.
Pesawat itu melakukan lintasan berbentuk nomor delapan mengitari sisi jauh Bulan sebelum kembali ke Bumi.Misi tersebut menjadi uji terbang pertama Orion nan membawa manusia.
Namun Artemis III memiliki tujuan berbeda. Alih-alih menuju Bulan, misi ini bakal mengirim Orion ke orbit rendah Bumi (LEO) untuk menguji prosedur pertemuan dan penyambungan dengan satu alias dua kendaraan pendarat Bulan swasta nan dikembangkan SpaceX dan Blue Origin.
Kru juga bakal mencoba generasi baru baju antariksa EVA nan disiapkan untuk misi permukaan Bulan. Inilah nan mungkin menjadi aspek NASA memilih astronaut dengan pengalaman menerbangkan kendaraan baru, melakukan operasi teknis kompleks, dan mempunyai pengalaman melangkah di luar wahana antariksa (spacewalk).
Untuk program pendaratan manusia di Bulan, NASA telah menggandeng SpaceX dan Blue Origin. Kedua perusahaan tersebut sedang mengembangkan sistem Human Landing System (HLS), masing-masing melalui wahana Starship dan Blue Moon.
Namun hingga sekarang NASA belum menentukan siapa nan bakal mendapat kesempatan melakukan pendaratan berawak pertama dalam program Artemis nan dijadwalkan pada Artemis IV di akhir 2028.
Keputusan tersebut kemungkinan besar bakal dipengaruhi hasil misi Artemis III. Masalahnya, kedua proyek tetap menghadapi tantangan pengembangan.
Bahkan baru-baru ini, salah satu roket New Glenn milik Blue Origin mengalami ledakan saat uji mesin di landasan. Karena itu, NASA membuka kemungkinan menjalankan Artemis III dengan salah satu alias apalagi kedua sistem jika salah satunya belum siap.
Sementara secara historis, NASA jarang menugaskan astronaut dalam dua misi besar secara beruntun. Kru Artemis II seperti Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen tidak lagi masuk dalam misi selanjutnya.
Adapun Bresnik, Rubio, dan Douglas berasal dari NASA, sementara Parmitano dari ESA. Kehadiran Parmitano sebagai kru Artemis III menandakan untuk pertama kalinya astronaut ESA mendapat bangku dalam misi Artemis.
Yang menarik perhatian lagi kehadiran Douglas di misi Artemis III. Douglas adalah astronaut angkatan 2021 nan pernah menjadi personil kru persediaan Artemis II. Artinya, dia menjalani training berbareng kru utama hingga mendekati hari peluncuran. Meski belum pernah terbang ke luar angkasa, pengalaman intensif berbareng sistem Orion membikin Douglas dianggap layak menjadi kru Artemis III.
Sebelumnya, Kanada memperoleh bangku di Artemis II sebagai bagian dari kontribusi terhadap proyek stasiun Bulan Gateway. Namun lantaran proyek Gateway sekarang dibatalkan, belum jelas gimana komitmen tersebut bakal dilanjutkan
Artemis III bakal menggunakan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion untuk membawa kru menuju orbit rendah Bumi. Selama berada di orbit, para astronaut bakal melakukan docking alias menguji keahlian Orion untuk melakukan pertemuan dan penyambungan dengan sistem pendarat manusia komersial nan dikembangkan Blue Origin dan SpaceX.
NASA menjelaskan bahwa pengetesan tersebut menjadi langkah krusial sebelum misi pendaratan manusia di Bulan nan sekarang ditargetkan berjalan melalui Artemis IV pada 2028.
Dalam skenario nan direncanakan, Orion bakal lebih dulu berjumpa dengan wahana pendarat Blue Moon milik Blue Origin selama sekitar dua hari. Setelah itu, wahana Starship jenis pathfinder milik SpaceX bakal berasosiasi untuk melakukan pengetesan tambahan selama sekitar satu hari.
Secara keseluruhan, misi Artemis III diperkirakan berjalan sekitar dua pekan, tergantung kondisi peluncuran dan operasi di orbit. Misi ini menjadi salah satu operasi antariksa paling kompleks nan pernah dirancang NASA lantaran melibatkan beberapa wahana berbeda nan kudu bekerja secara terpadu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·