Binti Mufarida
, Jurnalis-Jum'at, 21 Agustus 2026 |09:13 WIB

Ilustrasi gempa (Foto: Freepik)
JAKARTA - Gempa bumi susulan pascagempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap terus terjadi hingga Jumat (21/8/2026). Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 4.256 gempa bumi susulan.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar mencapai M6,2 dan terkecil M1,1. Sementara itu, 31 gempa susulan tercatat mempunyai magnitudo di atas M5 dan 118 gempa susulan dirasakan masyarakat.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto memastikan gempa susulan nan terjadi saat ini mempunyai magnitudo lebih mini dibandingkan gempa utama M7,7.
“Bisa kita pastikan untuk gempa susulan itu kan lebih mini ya sekarang. Tidak ada gempa susulan nan lebih besar dari gempa utamanya,” ujarnya.
Menurut Wijayanto, gempa utama M7,7 sudah mendekati magnitudo maksimum nan dapat terjadi pada kerak dangkal di wilayah tersebut. Potensi maksimum magnitudo pada kerak dangkal di area itu diperkirakan sekitar M7,8.
“Jadi seterusnya adalah gempa susulan nan bakal menuju ke kestabilan lempeng itu sendiri,” katanya.
Ia menjelaskan, gempa bumi pertama kali terjadi di wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB dengan parameter pemutakhiran M7,7. Gempa dangkal tersebut berakibat pada munculnya tsunami di wilayah sekitar. Gempa terjadi akibat aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan sistem pergerakan naik alias thrust fault.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·