Jakarta -
Puluhan siswa di SD Negeri Kauman 1 Kota Malang diduga keracunan usai menyantap menu makan bergizi cuma-cuma (MBG). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengungkap hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan nan dikonsumsi siswa.
Dilansir detikJatim, Selasa (28/7/2026), berasas pemeriksaan, ditemukan tingginya kadar kuman Escherichia coli (E coli) melampaui pemisah normal pada salah satu menu, ialah olahan telur. Tingginya cemaran kuman ini diduga kuat menjadi pemicu puluhan siswa mengalami indikasi diare hingga beberapa di antaranya kudu mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Disdikbud mencatat setidaknya ada 35 siswa nan terdampak dalam peristiwa ini. Para siswa dilaporkan mengalami indikasi lemas usai mengonsumsi makanan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Satgas MBG sekaligus Sekda Kota Malang, Erik Setyo Santoso, mengonfirmasi bahwa penanganan telah dilakukan secara menyeluruh sejak laporan indikasi keracunan awal diterima.
"Dari sampling makanan nan kita ambil, seluruh jenis makanan nan diproduksi dan dikonsumsi pada hari itu kita ambil semua samplingnya. Ada satu jenis nan dari hasil labnya kadar kuman E. colinya di atas ketentuan normal, ialah di telur. Kalau nan lainnya normal semua, hanya satu ialah olahan telur," ujar Erik Setyo saat dikonfirmasi.
Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak Satgas MBG Kota Malang bertindak tegas dengan langsung menghentikan sementara seluruh operasional penyaluran makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nan bersangkutan.
Simak selengkapnya di sini.
(yld/whn)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·