Jakarta, CNN Indonesia --
Polda Sumatera Selatan mencatat ada 31 titik panas alias hotspot nan terkonsentrasi di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir.
Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Sandi Nugroho meminta seluruh jejeran untuk segera memverifikasi temuan titik panas agar dapat memitigasi potensi kebakaran sebelum meluas.
"Langkah konkret andaikan ada titik api itu nan perlu kita jadikan tolok ukur. Tim nan sudah dibentuk kudu segera merespons dan menindaklanjuti," ujar Sandi dalam arahannya, Jumat (21/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memerintahkan agar info titik panas nan diperoleh melalui sistem pemantauan seperti SiPongi alias Lancang Kuning segera diteruskan ke command center masing-masing Polres untuk ditindaklanjuti tim maupun aatgas nan telah dibentuk.
Sandi mengingatkan seluruh Polres jejeran agar dapat meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah pencegahan, mitigasi, dan penanggulangan kebakaran rimba dan lahan (Karhutla).
Menurutnya, penanganan Karhutla tidak hanya bisa berfokus pada aspek penanggulangan semata, tetapi juga pada pencegahan.
Pendekatan tersebut memungkinkan langkah sosialisasi, edukasi, mitigasi hingga penanganan kedaruratan dilakukan sejak dini.
"Memang titik api tidak bisa kita tolak, tetapi bisa kita cegah dan kita mitigasi. Upaya-upaya nan dilaksanakan selama ini sudah melangkah cukup bagus, tinggal dijaga dan ditingkatkan pelaksanaannya," tegasnya.
Di sisi lain, dia juga meminta seluruh jejeran untuk kembali mengecek embung, sekat kanal, sumber air serta kesiapan sumur bor sebagai bagian dari kesiapan pemadaman.
Hal tersebut dinilai krusial lantaran kondisi kekeringan mulai terlihat. Termasuk penurunan permukaan Sungai Musi sekitar dua meter serta tidak adanya hujan selama nyaris satu bulan.
"Pencegahan kudu dilakukan sejak dini. Setiap info hotspot kudu segera diverifikasi dan ditindaklanjuti di lapangan. Sinergi seluruh unsur menjadi kunci agar potensi Karhutla dapat ditekan dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan," katanya.
(tfq/isn)
16 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·