3 Tanker Jumbo Melintas di Selat Hormuz, Milik China & Yunani

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Ilustrasi - Selat Hormuz. Foto: artemegorovv/Shutterstock

Dua kapal tanker super asal China nan mengangkut minyak mentah terpantau melintasi Selat Hormuz, hanya beberapa jam setelah satu kapal tanker Yunani lebih dulu melewati jalur tersebut. Pergerakan ini menjadi sinyal meningkatnya kembali aktivitas pengiriman minyak, beberapa hari setelah pengumuman gencatan senjata nan tetap tak pasti antara Amerika Serikat dan Iran.

Mengutip Bloomberg, jika ketiga kapal itu sukses menuntaskan pelayaran pada Sabtu (11/4) nan biasanya menyantap waktu sekitar delapan jam, bisa menjadi hari dengan arus keluar minyak terbesar dari Hormuz sejak bentrok membikin lampau lintas di jalur tersebut nyaris berakhir pada awal Maret.

Menurut pantauan, tidak ada dari kapal-kapal ini nan membawa minyak asal Iran alias mempunyai keterkaitan langsung dengan negara tersebut. Sejak bentrok pecah, sebagian besar ekspor minyak dari area ini memang berasal dari Iran.

Kembalinya aktivitas di Selat Hormuz menjadi krusial bagi perdagangan daya global. Penutupan jalur ini sebelumnya memangkas jutaan barel pasokan ke pasar dunia.

Dengan mulai beroperasinya kembali jalur tersebut, tekanan di pasar bentuk nan sempat mengetat diperkirakan bakal berkurang. Di sisi lain, AS dan Iran dijadwalkan menggelar pembicaraan tenteram di Islamabad dalam beberapa hari ke depan.

Sebuah perahu mendekati kapal kontainer Marsa Victory berbendera St Kitts dan Nevis saat berlayar di perairan Selat Hormuz di lepas pantai Khasab di semenanjung Musandam utara Oman pada 25 Juni 2025. Foto: Giuseppe Cacace/AFP

Dua kapal tanker China itu menjadi nan pertama dari negara Asia nan terlihat kembali mengangkut minyak dari area tersebut. Hal ini memberi untung bagi Beijing, meski juga mencerminkan tekanan nan dialami akibat konflik.

Dari sisi volume, jumlah pengiriman ini memang cukup berarti, namun tetap jauh dari kondisi normal. Tiga kapal tersebut mempunyai kapabilitas sekitar 6 juta barel minyak mentah. Sebagai perbandingan, Iran mengekspor sekitar 1,7 juta barel per hari pada bulan lalu. Artinya, total muatan tersebut hanya setara sekitar separuh dari volume pengiriman harian normal, dan itu pun hanya untuk satu hari.

Selain itu, terdapat satu kapal tanker China lain nan belum mengirimkan sinyal pada Sabtu, meski sebelumnya terlihat menunggu di dekat dua kapal pertama sebelum mereka berangkat dari Teluk Persia.

Sementara itu, kapal tanker Yunani memberi sinyal tujuan menuju Selat Malaka, Malaysia, nan sebelumnya dilaporkan telah memberikan izin bagi kapal kargo negara tersebut untuk berlayar. Selat Malaka sendiri merupakan jalur transit krusial bagi kapal menuju beragam tujuan di Asia. Iran menyatakan kapal-kapal tetap diizinkan melintas di Hormuz, namun kudu mengantongi izin terlebih dahulu.

Burung-burung terbang di dekat perahu di Selat Hormuz di tengah bentrok AS-Israel dengan Iran seperti terlihat dari Musandam, Oman, Senin (2/3/2026). Foto: Amr Alfiky/REUTERS

Dua kapal tanker China tersebut adalah Cospearl Lake dan He Rong Hai, sedangkan kapal Yunani berjulukan Serifos. Upaya konfirmasi kepada operator kapal di luar jam kerja belum mendapat respons. Berdasarkan info pelacakan, Serifos dan He Rong Hai memuat minyak di Arab Saudi, sementara Cospearl Lake berasal dari Irak.

Ketiga kapal ini tampak mengambil jalur utara di selat tersebut, sesuai pengarahan Teheran. Rute ini melintasi perairan Iran, menyusuri pesisir Pulau Qeshm dan Larak, serta menjauhi jalur pelayaran utama di bagian selatan Hormuz.

Hampir seluruh aktivitas pelayaran di selat nan biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak bumi dan sebagian besar gas alam cair sempat terhenti hanya dalam sehari setelah bentrok pecah pada 28 Februari.

Meski demikian, info pencarian digital kapal tetap mempunyai potensi manipulasi. Namun, sinyal dari ketiga kapal tersebut sejauh ini dinilai konsisten dengan pergerakan aktual di lapangan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan