
3 Tanda Minyak Rem Perlu Diganti, Jangan Tunggu Blong (Dok Wahana Honda)
JAKARTA - Sistem pengereman menjadi aspek krusial dalam keselamatan berkendara. Namun, di kembali keahlian rem nan pakem, terdapat komponen krusial nan sering luput dari perhatian ialah minyak rem. Padahal, peran minyak rem sangat vital untuk memastikan sistem pengereman bekerja optimal.
Minyak rem berfaedah meneruskan tekanan dari tuas alias pedal rem ke sistem pengereman di roda. Saat tuas rem ditekan, tekanan disalurkan untuk menggerakkan piston sehingga kampas menekan cakram dan memperlambat laju kendaraan. Proses ini kudu berjalan dengan baik agar pengereman tetap responsif.
Seiring pemakaian, kualitas minyak rem dapat menurun. Salah satu penyebabnya adalah minyak rem mempunyai sifat mudah menyerap uap air dari udara. Lama-kelamaan, kandungan air ini membikin kinerjanya tidak lagi optimal.
Akibatnya, keahlian minyak rem dalam menghantarkan tekanan jadi berkurang. Pengereman pun bisa terasa kurang pakem, lebih lambat, alias tidak seresponsif biasanya. Dalam kondisi tertentu, perihal ini apalagi membikin rem terasa seperti ‘kosong’.
Selain itu, campuran air di dalam minyak rem dapat memicu karat pada komponen sistem pengereman. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berakibat pada menurunnya performa rem secara keseluruhan dan berisiko mengganggu keselamatan saat berkendara.
“Ketika minyak rem sudah tidak dalam kondisi baik, keahlian dalam meneruskan tekanan bakal menurun. Ini nan membikin pengereman terasa kurang responsif dan berpotensi mengurangi daya cengkeram,” ungkap Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, Kamis (30/4/2026).
Untuk itu, pengendara perlu mengenali tanda-tanda minyak rem nan sudah kudu diganti. Berikut tanda-tandanya:
1 Warna Gelap
Dari nan awalnya cerah kekuningan, minyak rem bisa berubah jadi lebih gelap. Ini biasanya lantaran sudah tercampur kotoran alias menyerap air. Jika dibiarkan, kualitasnya menurun dan tidak lagi bekerja dengan baik.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·