
Ilustrasi.
NEW DELHI - Tiga pelaut India dipastikan tewas setelah serangan Amerika Serikat (AS) terhadap kapal tanker di dekat Selat Hormuz. Kabar ini muncul di saat India melaporkan kejadian terpisah nan melibatkan sebuah kapal di lepas pelabuhan Shinas di Oman, serangan ketiga nan dikaitkan dengan Amerika Serikat minggu ini.
Insiden maritim terbaru terhadap MT Jalveer nan berbendera Guinea-Bissau terjadi sehari setelah militer AS menembaki MT Settebello nan berbendera Palau, juga di lepas pantai Oman.
Kapal MT Settebello membawa 24 pelaut India; tiga orang nan dilaporkan lenyap pada Rabu (10/6/2026) dipastikan tewas pada Kamis (11/6/2026).
Serangan AS terhadap kapal-kapal nan membawa pelaut India terjadi pada saat Perdana Menteri India Narendra Modi kemungkinan bakal mengadakan pembicaraan bilateral dengan Presiden Donald Trump di sela-sela KTT Kelompok Tujuh (G7) minggu depan.
“Sangat disayangkan mengetahui kejadian tragis di atas kapal MT Settebello nan berbendera Palau,” kata Menteri Perhubungan India, Sarbananda Sonowal, dalam sebuah pernyataan pada Kamis, merujuk pada serangan pada Rabu.
“Sayangnya, tiga pelaut India nan awalnya dilaporkan lenyap sekarang dipastikan tewas setelah jenazah ditemukan dan diidentifikasi,” katanya, sebagaimana dilansir Al Jazeera.
“Saya telah menginstruksikan para pejabat untuk memastikan pemulangan segera personil kru nan diselamatkan dan pengembalian jenazah nan meninggal dengan sigap untuk upacara pemakaman mereka,” tambahnya.
Kementerian Luar Negeri India memanggil seorang diplomat senior AS di New Delhi setelah serangan Settebello pada Rabu untuk menyampaikan "protes keras".
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·