3 Kisah Penyamaran Kopassus Paling Melegenda, Ada yang Jadi Sopir hingga Mayat

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Selasa, 21 April 2026 |14:04 WIB

3 Kisah Penyamaran Kopassus Paling Melegenda, Ada nan Jadi Sopir hingga Mayat

3 Kisah Penyamaran Kopassus Paling Melegenda/Reuters

JAKARTA - Tiga kisah penyamaran Kopassus paling melegenda, bakal diulas komplit dalam tulisan Okezone, Selasa (21/4/2026). Prajurit baret merah tersebut menyamar dari pengemudi hingga mayat.

Sebagai salah satu pasukan elite kebanggaan TNI AD dan Indonesia, Kopassus memiliki banyak operasi nan melangkah sukses lantaran melakukan penyamaran. Berikut ini tiga operasi Kopassus nan sukses dijalankan dengan melakukan penyamaran.

1. Jenderal Kopassus Menyamar Jadi Sopir

Melansir kitab “Sutiyoso The Field General, Totalitas Prajurit Para Komando”, Letjen TNI (Purn) Sutiyoso menceritakan gimana dirinya ditugaskan dalam Operasi Sandi Yudha di Aceh pada 1978 untuk melumpuhkan aktivitas separatis bersenjata GAM nan dipimpin Muhammad Hassan Tiro, cucu Cik Di Tiro.

Dalam operasi penangkapan para petinggi GAM, Sutiyoso nan saat itu berkedudukan mayor melakukan penangkapan tersebut tanpa meletuskan satu butir peluru dari moncong senjatanya.

2. Anggota Kopassus Menyamar Jadi Tukang Durian Rela Ditempeleng

Salah satu ujung tombak TNI dalam perang Aceh adalah aktivitas intelijen nan sukses masuk ke dalam lingkaran pusat kekuasaan GAM. Dikutip dari kitab Koppasus untuk Indonesia karangan Iwan Santosa E.A Natanegara, adalah Sersan Badri (bukan nama sebenarnya).

Bukan tanpa argumen Badri melakukan penyamaran. Dengan situasi bentrok saat itu, susah untuk masuk ke dalam masyarakat Aceh nan trauma akibat bentrok berkepanjangan. Sehingga, dirinya menyamar sebagai tukang buah Aceh perantauan.

Badri leluasa untuk bergerak dari Medan, Sumatera Utara, Lhokseumawe di Aceh Utara untuk menjalankan upaya buahnya nan mengantarnya masuk ke sarang GAM. Prosesnya sangat panjang untuk bisa mendapatkan kepercayaan GAM.

Selama setahun Badri memetakan situasi lapangan di Aceh, khususnya di sekitar Lhokseumawe nan menjadi pedoman militer kekuataan GAM. Pelan tapi pasti, satu per satu mulai dari para istri, orangtua, mertua, dan anak dari family petinggi GAM sukses dirangkul oleh Badri.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com