Polisi mengungkapkan tiga jambret warga negara asing (WNA) nan terjadi di wilayah Jakarta Pusat (Jakpus) telah ditangkap. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengimbau penduduk mewaspadai titik keramaian.
"Untuk saat ini memang kita sedang menyaksikan bahwa banyak kejadian, tidak hanya di Jakarta Pusat tapi di Jakarta. Banyak pelaku nan mencoba melakukan perbuatan curas, seperti pemalak maupun jambret, nan melakukannya di tempat ramai," ujar AKBP Roby kepada wartawan di Monas, Jakpus, Kamis (21/5/2026).
Roby mengatakan para pelaku mengincar letak keramaian, saat korban tidak waspada. Beberapa kali korban penjambretan menyasar WNA.
"Ya, tentu saja lokasi-lokasi nan menjadi incarannya adalah letak nan banyak korbannya nan tidak waspada, di mana keramaian terjadi. Dan ini juga beberapa kali terkena alias nan menjadi korban adalah penduduk negara asing," tuturnya.
Roby menjelaskan pihak kepolisian sukses mengungkap kasus jambret juga begal. Di antaranya kasus petugas pemadam kebakaran (damkar) nan dibegal di area Gambir, Jakpus.
"Dari beberapa jambret dan pemalak nan viral, alhamdulillah kami dari Polres Jakarta Pusat sudah mengungkap. Salah satunya di antara lain nan viral dan sudah kami ungkap itu ada pemalak petugas damkar nan di Gambir, itu sudah kita tangkap dan kita ungkap," ucapnya.
"Kemudian ada nan di Jembatan Besi, Sawah Besar, itu juga sudah kita tangkap, sukses kita ungkap. Terus kemudian pencurian handphone penduduk negara asing nan di Santa Ursula," tambahnya.
Kemudian, jambret ponsel milik WN Polandia di Menteng serta jambret WN Italia di Bundaran HI. Kasus tersebut telah diungkap oleh jejeran pihak kepolisian.
"Kemudian kemarin nan terakhir dari Polandia, itu juga sudah ditangkap dan diungkap dari Polsek Menteng. Kemudian juga nan kemarin terjadi di Bundaran HI, itu juga sudah dikantongi dan sudah diungkap oleh Jatanras Polda Metro Jaya," jelasnya.
Roby menyampaikan kasus terungkap berkah kerja sama dengan Polda Metro Jaya serta Pemprov DKI Jakarta dalam pemanfaatan CCTV. Polisi berambisi perihal ini mempermudah penyelidikan untuk mengungkap pelaku kejahatan.
"Ini juga kita harapkan dapat mempermudah dalam proses lidik dan ungkap pelaku kejahatan, termasuk para pelaku agar berpikir 3 sampai 5 kali sebelum melakukan perbuatan kejahatan di Jakarta Raya ini khususnya, apa lagi di Jakarta Pusat," ungkapnya.
"Di mana sudah banyak CCTV nan dapat memantau pergerakan mereka, sehingga mereka tidak melakukan perbuatan kejahatan," tutupnya.
(dvp/rfs)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·