Ilustrasi(MI/DESPIAN NURHIDAYAT)
MEMASTIKAN ketercukupan gizi bagi anak Indonesia. Hal itulah nan mungkin dapat menggambarkan program JAPFA for Kids. Program CSR unggulan dari JAPFA tersebut telah dirasakan manfaatnya oleh banyak anak Indonesia, salah satunya di SDN Sukamanah 01, Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Fasilitator JAPFA for Kids Wilayah Megamendung, Muhammad Trisna Kusuma Wardana, mengatakan bahwa di Megamendung sebanyak 7 satuan pendidikan mendapatkan support dari JAPFA lewat program ini.
“Memang program ini didesain untuk mengurangi nomor malnutrisi. Jadi kita awalnya memang melakukan pengukuran screening berbareng Puskesmas untuk memandang anak-anak nan memang termasuk dalam gizi kurang dan gizi buruk. Lalu setelah itu kami setelah menemukan anak-anak nan memang gizi jelek dan gizi kurang, kami tidak langsung serta-merta memberikan program ini kepada anak-anak tersebut. Kami ada pertemuan orangtua untuk menjelaskan apa sih pentingnya program ini, kenapa sih program ini sangat krusial untuk anak-anaknya, lantaran di usia anak SD ini sangat menentukan gitu gimana asupan mereka saat pertumbuhan nanti,” ungkapnya saat ditemui di SDN SUkamanah 01, Jumat (21/8).
Dalam program JAPFA for Kids di SDN Sukamanah 01, terdapat tiga progran utama nan dilakukan. Pertama adalah penyelenggaraan program satu telur satu hari untuk anak-anak nan mengalami gizi kurang dan gizi buruk.
“Tadi untuk anak-anak nan terjaring itu anak-anaknya diberikan 7 butir telur omega. 7 butir telur omega itu diberikan kepada anak-anak untuk dikonsumsi setiap harinya, di mana setiap hari Senin sampai Jumat itu dikonsumsinya di sekolah. Jadi orangtuanya mengolahkan hidangan telur dan itu sebagai protein tambahan dari adanya MBG di sini. Tapi jika Sabtu dan Minggu alias Tanggal Merah, kelak orang tuanya sendiri nan memastikan anaknya itu tadi ada tambahan protein telurnya, dimakan lampau difotokan ke gurunya, lampau dicek. Jadi kita tetap memonitoring gimana konsumsinya selama setiap minggu,” tegas Trisna.
Program selanjutnya adalah Hari Sehat JAPFA nan bermaksud membangun budaya hidup bersih dan sehat serta memantau status gizi anak. Program ini dijalankan dengan melakukan senam sehat, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), makan bekal bersama, dan intervensi gizi.
“Hari Sehat JAPFA kita lakuin setiap minggu. Kalau di sini kita di hari Selasa, kita lakukan edukasi tentang gizi seimbang, PHBS, cuci tangan pakai sabun, cek kuku, dan makan bersama,” tuturnya.
Terakhir dilaksanakan program pertemuan orangtua untuk memberikan pertimbangan terhadap perkembangan anaknya dalam kurun waktu satu bulan.
“2 alias 3 minggu setelah program dimulai, kita melakukan MCU untuk semua anak nan menerimq manfaat. Jadi kita sudah memandang ini, ada tidak anak nan punya riwayat sakit dan lainnya Itu nan menjadi parameter kita memandang gimana alias apa penyebab anak-anak kelak jika pertumbuhannya kurang signifikan setelah 1 bulan,” kata dia.
Di SDN Sukamanah 01 sendiri sebanyak 29 anak merupakan penerima faedah dari sekitar 600 siswa. Mereka sudah menerima program JAPFA for Kids sejak Juli 2026 alias bertepatan dengan penyelenggaraan pembelajaran di sekolah.
Evaluasi penyelenggaraan program ini sendiri dilakukan setiap satu bulan sekali dan program ini bakal melangkah selama 6 bulan alias satu semester.
Di tempat nan sama, Leni, selaku orangtua Akhtar, siswa kelas III SDN Sukamanah 01 penerima faedah JAPFA for Kids, bercerita bahwa sebelum adanya program JAPFA for Kids, dirinya tidak tahu bahwa anaknya masuk dalam kategori anak dengan gizi kurang.
“Iya saya enggak tahu (anak kondisi kurang gizi) lantaran jarang ke Puskesmas dan terlihat sehat-sehat saja. Tapi ketika ada JAPFA ini dikasih tahu bahwa kurang (gizi). Jadi katanya kurus dan memang anak saya agak pilih-pilih makanan,” urai Leni.
Menurut Leni, putra keduanya tersebut saat tetap bayi justru terlihat gemuk. Selain itu, ayahnya dan juga kakaknya tidak mengalami kondisi gizi kurang.
Meskipun demikian, kehadiran program JAPFA for Kids ini menjadi pengingat bagi dirinya untuk memenuhi gizi anak agar tidak mengalami kondisi stunting.
“Anak saya jadi bertambah berat badannya sekarang. Jadi program ini membantu banget. Apalagi anak saya cita-citanya jadi Polisi. Semoga bisa tercapai,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SDN Sukamanah 01, Susi Susanti, mengapresiasi kehadiran program JAPFA for Kids di sekolahnya. Menurutnya untuk mengatasi persoalan stunting alias gizi kurang dan gizi jelek memerlukan support dari beragam pihak.
“Kami berterima kasih sekali JAPFA bisa bekerja sama dengan kami dan orangtua juga sangat merespons baik kehadiran JAPFA. InsyaAllah mudah-mudahan ke depannya kita bisa melangkah lagi dan tidak berakhir di sini saja berbareng JAPFA,” pungkas Susi. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·