Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi.(Dok. Antara)
Sebanyak 270.337 penumpang terdampak akibat gangguan operasional penerbangan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau. Untuk menjaga konektivitas penerbangan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan enam airport pengganti nan dapat digunakan sesuai kondisi dan kebutuhan operasional.
Dampak tersebut tercatat hingga Senin (7/9) pukul 09.00 WIB, dengan sekitar 2.300 penerbangan mengalami gangguan sejak 5 September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.397 penerbangan dengan sekitar 177.579 penumpang terdampak berada di airport nan ditutup sementara.
Sementara itu, 922 penerbangan dengan sekitar 92.758 penumpang terdampak berada di airport lain nan mengalami penyesuaian rute akibat sebaran abu vulkanik. Kemenhub terus berkoordinasi dengan maskapai dan pengelola airport untuk menangani akibat terhadap penumpang.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, penutupan sementara sejumlah airport tetap diberlakukan hingga pukul 18.00 WIB pada Senin (7/9). Keputusan tersebut bakal dievaluasi berasas perkembangan info dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Penutupan operasional airport sementara tetap dilanjutkan hingga pukul 18.00 WIB. Kami terus memantau info terbaru dari BMKG dan bakal segera menginformasikan andaikan ada perubahan," ujar Dudy dalam keterangan resmi saat memantau Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/9).
Berdasarkan pembaruan kondisi operasional pukul 09.00 WIB, airport nan tetap ditutup sementara meliputi Soekarno-Hatta, Radin Inten II, Budiarto, Halim Perdanakusuma, Pondok Cabe, Muhammad Taufiq Kiemas, dan Husein Sastranegara. Sementara itu, Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, telah kembali beraksi normal.
Untuk menjaga jasa penerbangan selama terjadi gangguan, Kemenhub menyiapkan enam airport alternatif, ialah Juanda di Jawa Timur, Adi Soemarmo dan Jenderal Ahmad Yani di Jawa Tengah, Yogyakarta International Airport (YIA) dan Adisutjipto di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Kertajati di Jawa Barat.
"Kami mendorong maskapai menggunakan airport pengganti nan sudah disiapkan untuk menghindari penumpukan penumpang, baik nan bakal datang maupun berangkat," kata Dudy.
Dudy menjelaskan, kondisi sebaran abu tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan operasional penerbangan. Berdasarkan pemantauan BMKG pada Senin pagi, abu vulkanik terpantau hingga ketinggian 15.000 kaki dan 50.000 kaki.
"Tadi malam Gunung Anak Krakatau kembali erupsi sehingga menimbulkan debu vulkanik baru. Kondisi angin di beberapa lapisan juga membikin debu tetap memperkuat di sekitar bandara," jelasnya.
Jika kondisi telah memungkinkan untuk kembali beroperasi, pengelola airport bakal melakukan sejumlah persiapan, termasuk membersihkan runway, taxiway, dan apron. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan akomodasi penerbangan kondusif sebelum digunakan kembali.
Kemenhub mengimbau masyarakat memastikan status penerbangannya kepada maskapai sebelum menuju bandara. Penumpang nan terdampak juga diminta mengikuti pengarahan maskapai mengenai perubahan agenda alias pengalihan penerbangan. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·