Kekeringan dan krisis air bersih, penduduk memanfaatkan air sungai nan kondisinya kotor, di Sungai Mapag Kampung Inpres, Desa Buana Jaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.(MI/Dede Susianti)
DARI 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat, 26 di antaranya sudah mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang. Hanya satu wilayah nan tidak mengalaminya, ialah Kabupaten Kuningan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan krisis air bersih sudah terjadi di 660 desa dan kelurahan di 246 kecamatan. Krisis melanda 291.607 kepala family alias sebanyak 943.492 jiwa.
"BPBD berbareng sejumlah lembaga lainnya sudah menyalurkan lebih dari 25 juta liter air bersih untuk penduduk terdampak. Instansi nan sudah ikut mendistribusikan air bersih adalah PMI, PDAM, Kepolisian, BBWS, Baznas, Tentara, komunitas, bumi usaha, Kementerian PU, Tagana dan pemda," ungkap Humas BPBD Jabar, Hadi Rahmat, Minggu (13/9).
Dia menambahkan, pengedaran air bersih terbesar disalurkan ke wilayah Kabupaten Bekasi sebanyak 9,8 juta liter.
Daerah lain nan juga memerlukan pasokan air bersih dalam jumlah besar adalah Kabupaten Bogor mencapai 5,5 juta liter, Kabupaten Pangandaran 1,3 juta dan Kabupaten Ciamis 1,2 juta liter.
BPBD Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk berhemat air bersih.
"Kemarau tetap berlangsung. Kita kudu lebih berhemat air bersih," tambah Hadi. (SG)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·