23 Peserta Lolos Seleksi Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc di MA, Ini Daftarnya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
23 Peserta Lolos Seleksi Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc di MA, Ini Daftarnya ilustrasi seleksi calon pengadil agung dan pengadil ad hoc di MA.(MI)

KOMISI Yudisial mengumumkan sebanyak 23 peserta seleksi calon pengadil agung dan pengadil ad hoc di Mahkamah Agung Tahun 2026 lolos seleksi kesehatan dan kepribadian sehingga berkuasa mengikuti seleksi tahap keempat, ialah wawancara nan dilaksanakan pada 3–7 Agustus 2026.

Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Desmihardi di Jakarta, Selasa, mengatakan total ada 42 orang calon nan mengikuti seleksi kesehatan, kepribadian dan rekam jejak, setelah mereka dinyatakan lolos seleksi kualitas pada Mei 2026.

"Terhitung tanggal 28 Juli 2026, atas hasil seleksi ini, Komisi Yudisial tepatnya pada tanggal 13.30 WIB telah melakukan rapat pleno untuk menentukan calon-calon nan dinyatakan lolos atas hasil seleksi ini," kata Desmihardi membacakan pengumuman nan diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (28/7).

Ia menjelaskan para calon nan dinyatakan lolos seleksi kesehatan, asesmen kepribadian dan rekam jejak ini bakal melanjutkan seleksi wawancara akhir nan dilaksanakan pada tanggal 3 sampai 7 Agustus 2026 di Kantor KY.

Anggota KY Bidang Rekrutmen Hakim Prof Andi Muhammad Asrun mengatakan keputusan kelulusan seleksi kesehatan dan kepribadian nan dibacakan oleh KY berkarakter final dan tidak dapat diganggu gugat.

Ia mengingatkan seluruh calon nan dinyatakan lolos berkuasa mengikuti seleksi wawancara sesuai agenda nan telah ditentukan. Bagi calon nan tidak mengikuti seleksi wawancara dinyatakan gugur.

"Semua keputusan mengenai dengan hasil seleksi ditentukan oleh rapat pleno komisioner Komisi Yudisial, jadi bukan perorangan," kata Prof Andi.

Adapun 23 calon nan lolos seleksi tersebut terdiri atas 19 orang calon pengadil agung, dua orang calon pengadil ad hoc HAM dan dua orang calon pengadil ad hoc tindak pidana korupsi.

Juru Bicara KY Anita Kadir menambahkan komponen penilaian seleksi kesehatan dan kepribadian terdiri atas hasil pemeriksaan kesehatan, asesmen potensi dan kompetensi non teknis serta rekam jejak.

Anita membacakan nama-nama calon pengadil agung nan berkuasa mengikuti seleksi wawancara akhir, ialah untuk calon pengadil agung bilik pidana ada sembilan orang calon, bilik perdata empat orang calon, bilik kepercayaan tiga orang calon, dan bilik tata upaya unik pajak tiga orang calon.

Kemudian, calon pengadil ad hoc tipikor ada dua orang calon dan ad hoc HAM ada dua calon. Para calon pengadil agung dan calon pengadil ad hoc nan lolos seleksi ini berasal dari kalangan praktisi kehakiman, akademisi, advokat, hingga staf dan pejabat di Mahkamah Agung.

"Para peserta nan lolos diminta mengabaikan pihak-pihak nan menjanjikan dapat membantu keberhasilan alias kelulusan dalam proses seleksi ini," kata Anita.

Selanjutnya, para peserta nan bakal menjalani seleksi wawancara diuji oleh panelis nan terdiri atas tujuh personil KY, satu orang negarawan, dan satu master hukum. Panelis bakal menggali visi, misi, komitmen, kenegarawan, integritas dan komitmen teknis mengenai penguasaan norma formil dan materiil. Proses seleksi wawancara ini dapat dipantau langsung oleh masyarakat melalui siaran YouTube Komisi Yudisial pada tanggal nan telah ditentukan.

Masyarakat dapat menyaksikan secara langsung alias melalui channel streaming YouTube Komisi Yudisial. Berikut rinciannya nama-nama calon pengadil agung dan calon pengadil ad hoc di MA Tahun 2026 nan lolos seleksi kesehatan dan kepribadian.

1. Calon pengadil agung bilik pidana

- Abdul Azis, menjabat Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru

- Bambang Myanto, menjabat di Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum MA

- Dhifla Wiyani, sebagai advokat pada Kantor DV and Partners

- Nirwana, menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Makassar

- Setyanto Hermawan, kedudukan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Palangkaraya

- Sudharmawantiningsih, kedudukan Panitera MA

- Sugiyanto, kedudukan Sekretaris MA

- Suprapti, kedudukan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Semarang

- Syamsul Arief, kedudukan Kepala Badan Strategis Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan MA.

2. Calon pengadil agung bilik perdata

- IG Eko Purwanto, kedudukan Hakim Tinggi Badan Pengawasan MA

- Nurnaningsih, kedudukan notaris pada instansi Dr Nurmaningsih

- Sobandi, kedudukan Kepala Badan Urusan Administrasi MA

- Suwarno, kedudukan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar.

3. Calon pengadil agung bilik agama

- Achmad Nurul Huda, kedudukan Hakim Tinggi Badan Pengawasan MA

- Mamat Ruhimat, kedudukan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Bandung

- Musthofa, kedudukan Panitera Muda Perdata Agama MA

4. Calon pengadil agung bilik tata upaya unik pajak

- L.Y Hari Sih Advianto, kedudukan pengadil Pengadilan Pajak

- Maftuh Effendi, kedudukan Hakim Tinggi Pemilah Perkara pada Panitera Muda Perkara Tata Usaha Negara MA

- Yeheskiel Minggus, kedudukan Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unisulla) Semarang.

Kemudian, nama-nama calon pengadil ad hoc HAM dan ad hoc tipikor yakni

1. Calon pengadil ad hoc HAM

- Edwin Partogi Pasaribu, kedudukan advokat pada UHP Law Firm

- Roki Panjaitan, kedudukan Purnabakti Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Tanjungkarang.

2. Calon pengadil ad hoc Tipikor

- Andreas Eno Tirtakusuma, kedudukan Hakim Ad Hoc Pengadilan Tinggi Surabaya

- Sudiyo, jabatan, Plt Kepala Pengadilan Militer I-04 Palembang. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia