20 Tahun Gempa Bumi Yogyakarta-Jateng Diperingati

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
20 Tahun Gempa Bumi Yogyakarta-Jateng Diperingati (MI/HO)

PERINGATAN 20 Tahun Gempa Bumi Yogyakarta dan Jawa Tengah membangun kembali memori kolektif masyarakat dan memperkuat budaya handal musibah melalui pendekatan kolaboratif pentahelix ialah melibatkan pemerintah, akademisi, bumi usaha, media, dan masyarakat. Acara ini digelar Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) berbareng PT Taman Wisata Candi dan EDRR Indonesia. 

Agenda pertama berjalan di SMAN 1 Kalasan, Kabupaten Sleman, dalam corak aktivitas Satuan Pendidikan Aman Bencana. Peserta menerima sejumlah materi, mulai dari pengenalan potensi ancaman gempa bumi, prosedur pengamanan dan evakuasi, sistem pelaporan melalui aplikasi Jogja Digdaya, hingga simulasi kebencanaan. 

Pada penghujung kegiatan, Kemenko PMK menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah pihak atas komitmen tinggi dalam penyelenggaraan program strategis SPAB di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penghargaan diberikan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi DIY, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, serta Emergency Disaster Reduction and Rescue (EDRR) Indonesia. 

Penghargaan kepada EDRR Indonesia diberikan atas dukungannya dalam penyelenggaraan program strategis Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMAN 1 Kalasan sekaligus turut membuka Pasar Penyintas di area Candi Prambanan. SPAB mengurangi akibat dan akibat musibah di satuan pendidikan nan mencakup aspek mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan darurat.

"Penghargaan ini kami terima sebagai pengingat bahwa keselamatan kudu dimulai dari ruang kelas. EDRR Indonesia memandang Satuan Pendidikan Aman Bencana bukan sekadar program, melainkan investasi jangka panjang. Ketika mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan darurat ditanamkan sejak bangku sekolah, kita sedang menyelamatkan generasi nan bakal dating," ujar Country Director for Government Relations EDRR Indonesia, Rakyan Adibrata, dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5).

Rangkaian aktivitas bersambung dengan pembukaan Pasar Penyintas di Lapangan Garuda, area Candi Prambanan. Pasar Penyintas menghadirkan 44 pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) penyintas Gempa Yogyakarta 2006 sebagai corak support terhadap pemulihan ekonomi dan penguatan ketangguhan masyarakat pascabencana. 

Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, menyampaikan pentingnya kerjasama lintas sektor dalam membangun ketangguhan masyarakat. Pihaknya membujuk para penyintas gempa untuk berperan-serta di pasar penyintas sebagai upaya meningkatkan ekonomi mereka. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia