185 Ribu Warga Masih Mengungsi Akibat Gempa NTT

Sedang Trending 47 menit yang lalu

Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat info terkini korban meninggal akibat gempa magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). BNPB mencatat korban meninggal hingga saat ini bertambah menjadi 103 orang.

"Saat ini pada hari ini kami mencatat ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Suar Pelita Panjaitan, dalam konvensi pers nan disiarkan di YouTube BNPB, Selasa (25/8/2026).

Berton memerinci korban meninggal di Manggarai berjumlah 41 orang, Manggarai Timur 34 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 3 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.

"Kami mendapat tambahan nomor sebanyak 63 orang nan luka-luka sehingga total nan kami catat adalah sebesar 1.666 orang," ujarnya.

Selain itu, lebih dari 185 ribu orang tetap mengungsi akibat gempa nan terjadi. Berton menyebut gempa susulan tetap dirasakan di NTT.

"Hingga hari ini kami mencatat 185.131 orang nan mengungsi, baik itu pengungsi nan berdikari maupun pengungsi nan ada terpusat, sehingga tercatat hari ini kami mencatat pengungsi nan baru sebanyak 4.804," imbuhnya.

Sekolah Terdampak Gempa Bakal Direvitalisasi

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan penanganan satuan pendidikan terdampak gempa mendapatkan prioritas.

Sekolah-sekolah nan mengalami kerusakan bakal diprioritaskan mendapat program revitalisasi. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.

"Kita tetap optimis dan semangat bahwa semua musibah dan musibah ini dapat kita atasi bersama. Saat ini nan terpenting adalah kita saling bekerja sama, saling mendukung, dan bersama-sama memulihkan kondisi setelah musibah ini," tutur Mu'ti dalam keterangan resminya, ditulis pada Selasa (25/8/2026).

Kemendikdasmen menyiapkan biaya tunai sebesar Rp 860 juta dalam corak voucher bagi 61 sekolah. Logistik mendasar pun turut disalurkan seperti 9.400 kitab nonteks, 495 school kit, 30 family kit, 1.000 kaos, dan 1.650 paket.

Sampai saat ini, pemerintah terus melakukan pendataan terhadap sekolah nan terdampak. Data ini bakal digunakan untuk kebutuhan apa nan perlu diberikan.

"Kami juga memberikan support prioritas untuk sekolah-sekolah nan terdampak untuk mendapatkan revitalisasi tahun 2026," ujar Mendikdasmen.

Setelah pendataan selesai, Kemendikdasmen bakal menyiapkan arsip kemudian dilanjutkan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS). Dengan demikian, pembangunan bisa segera dimulai.

"Nanti setelah ada verifikasi dan validasi, bakal ada perjanjian kerja sama, dan setelah semuanya clear, bakal dimulai pembangunannya," lanjut Mu'ti.

Saksikan pembahasan selengkapnya hanya di program detikPagi jenis Rabu (26/8/2026). Nikmati terus menu sarapan info unik detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.

"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"

(vrs/vrs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News