Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 101 burung hidup ditemukan di dalam koper seorang WN Sri Lanka berinisial NRRW di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Ratusan hewan tersebut diduga hendak dibawa ke negara asalnya menggunakan penerbangan internasional.
Kepala Karantina Banten Duma Sari mengatakan, ratusan burung itu dikemas dalam 15 koli kardus sebelum dimasukkan ke dalam koper. Aksi tersebut terungkap saat petugas Avsec, Bea Cukai, dan Barantin melakukan pemeriksaan berbareng di area keberangkatan.
"Berdasarkan identifikasi awal, 101 burung tersebut terdiri dari sejumlah jenis asal Indonesia. Seperti Murai Papua, Sepah Gunung, Pipit, Parkit, Sempur Hujan Sungai, Sempur Hujan Darat, Pleci, Sepah Raja, dan Perkici," jelas Dumas kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).
Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, kata dia, menemukan Sepah Raja dan Perkici nan termasuk jenis burung dilindungi berasas peraturan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem.
"Bandara merupakan salah satu pintu strategis lampau lintas satwa. Karena itu, sinergi antara Karantina, Bea Cukai, Avsec, BKSDA, dan lembaga mengenai sangat penting. Dengan kerjasama ini, potensi pelanggaran dapat lebih sigap terdeteksi dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing," ujar Duma.
43 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·