Mengenal Lava Fountain: Fenomena Air Mancur Pijar Gunung Anak Krakatau

Sedang Trending 40 menit yang lalu
 Fenomena Air Mancur Pijar Gunung Anak Krakatau Ilustrasi(Istimewa)

AKTIVITAS vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kerap menarik perhatian publik ketika memasuki fase erupsi menerus. Salah satu kejadian visual paling mencolok nan sering menyertai peningkatan gejolak gunung api ini adalah lava fountain alias air mancur lava.

Fenomena tersebut menampilkan pendaran magma merah menyala nan menyembur tinggi ke udara di tengah kegelapan malam, sering kali diiringi bunyi gemuruh dan getaran di area sekitarnya. Lantas, apa sebenarnya nan dimaksud dengan kejadian lava fountain ini?

Pengertian Lava Fountain

Lava fountain adalah letusan vulkanik ketika magma cair menyembur secara konsisten ke udara dari kawah gunung api, menyerupai pola pancuran air mancur raksasa. Semburan ini terjadi akibat tekanan gas nan terperangkap di dalam cairan batuan meleleh (magma) saat terdorong sigap menuju permukaan.

Ketika sampai di lubang kepundan, pelepasan gas secara masif memicu daya sorong tinggi nan melempar cairan lava hingga puluhan apalagi ratusan meter ke udara.

Karakteristik dan Proses Terjadinya

Fenomena lava fountain umumnya dipengaruhi oleh beberapa aspek pengetahuan bumi mendasar:

  • Kandungan Gas Tinggi: Tekanan sorong nan kuat dihasilkan oleh akumulasi gas vulkanik di dalam kantong magma.
  • Viskositas Rendah: Magma nan terlibat biasanya berkarakter lebih cair (basaltik). Kekentalan nan rendah memudahkan gas lepas memicu semburan tanpa tertahan menjadi sumbatan kubah nan padat.
  • Lontaran Material Pijar: Pendaran merah menyala terbentuk dari gumpalan lava panas bertemperatur tinggi nan pecah menjadi fragmen-fragmen saat terlempar ke udara dan membeku sebagian sebelum jatuh kembali di sekitar lereng kawah.

Efek Suara dan Getaran

Selain akibat visual, kejadian lava fountain pada gunung api seperti Anak Krakatau sering memicu bunyi gemuruh hingga dentuman berulang. Turbulensi akibat aliran lava berkecepatan tinggi nan keluar dari saluran kawah nan sempit, dikombinasikan dengan gelombang tekanan pelepasan gas, memicu gelombang akustik berfrekuensi rendah.

Dalam kondisi atmosfer tertentu, gelombang bunyi ini dapat merambat hingga radius puluhan kilometer dari pusat erupsi. (E-4)

Imbauan Keselamatan
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun nelayan untuk selalu mematuhi jarak kondusif area ancaman nan ditetapkan, khususnya radius bebas aktivitas dari kawah aktif. Meskipun lava fountain menyajikan pemandangan spektakuler, ancaman lontaran batu pijar, awan panas, serta potensi paparan abu vulkanik tetap mengintai keselamatan di sekitar area kawah.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia