Bogor -
Polsek Ciampea memberikan 'hukuman' nan berbeda terhadap belasan pelajar nan tertangkap bakal tawuran. Bukan dimasukkan ke sel, tetapi para pelajar itu diminta mengaji setiap malam di polsek hingga pemisah waktu nan belum ditentukan.
"Telah dilaksanakan pembinaan rohani dan mental kepada 12 anak sekolah, nan diamankan lantaran bakal tawuran di wilayah norma Polsek Ciampea," kata Kapolsek Ciampea Kompol Denden Sukmara, Jumat (28/8/2026).
Denden mengatakan, belasan pelajar diamankan usai menindaklanjuti kejuaraan masyarakat mengenai sejumlah pelajar nan diduga hendak tawuran, kemarin. Dari lokasi, polisi juga mengamankan sejumlah senjata tajam (sajam) nan sempat dibuang para pelajar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasi dari masyarakat ada anak sekolah bakal tawuran, Polsek Ciampea langsung ke TKP dan mengamankan 12 siswa SMK di TKP dan didapati beberapa sajam nan sudah mereka buang tidak jauh dari lokasi," kata Denden.
Denden mengatakan pihak orang tua dan sekolah menyepakati pemberian hukuman pembinaan nan dilakukan terhadap para pelajar tersebut. Adapun pembinaan dilakukan di antaranya, mengikuti aktivitas salat berjamaah dan mengaji di musala Polsek Ciampea, setiap malam hingga pemisah waktu nan belum ditentukan.
"Kegiatan tersebut dilakukan setiap hari dan selanjutnya, dilakukan setiap hari Kamis malam. Sampai pemisah waktu nan belum ditentukan," kata Denden.
Denden menambahkan dengan adanya pembinaan tersebut, pada siswa bertaubat dan tidak mengulangi perbuatannya. Pembinaan tersebut juga diharapkan membentuk karakter para pelajar lebih baik lagi.
"Kegiatan tersebut dilakukan atas sepengetahuan pihak sekolah dan orang tua siswa, dan bakal dijadikan contoh untuk siswa-siswa lainnya untuk tidak melakukan kenakalan remaja seperti tawuran, mengonsumsi miras dan narkoba," imbuhnya.
(sol/mea)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·