Teluk Persia(Google Maps)
SEKRETARIS Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, mengumumkan bahwa proses pemindahan ribuan pelaut dari kapal-kapal nan terdampar di Teluk Persia dimulai.
"Kami bakal mulai melaksanakan rencana pemindahan lebih dari 11.000 pelaut nan tetap terdampar di wilayah tersebut. Operasi besar-besaran ini bakal dilakukan melalui kerja sama erat dengan Iran, Oman, seluruh negara pesisir lainnya di kawasan, Amerika Serikat serta industri maritim," kata Dominguez melalui pernyataan, Selasa (25/6).
Ia mencatat bahwa IMO telah memberikan semua agunan keamanan nan diperlukan dan percaya bahwa kondisi saat ini memungkinkan kapal-kapal untuk melintas dengan aman.
Pada 18 Juni awal hari, Iran dan AS telah menandatangani memorandum secara jarak jauh untuk mengakhiri bentrok militer nan berjalan sejak 28 Februari. MoU tersebut juga menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade angkatan laut, serta bagi Iran untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.
Selain itu, Iran juga berkomitmen untuk tidak memperoleh senjata nuklir, sementara rumor mengenai program nuklirnya bakal diselesaikan melalui kesepakatan terpisah. Kedua belah pihak diharapkan dapat melakukan negosiasi mengenai rumor ini selama 60 hari ke depan. Bagi Iran, tujuan utamanya adalah pencabutan sederet hukuman nan dijatuhkan kepadanya. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·