10 Perusahaan Sawit Nakal Bakal Disikat Purbaya, Pekan Ini Penentuan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pekan ini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengejar laporan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kejaksaan Agung soal 10 perusahaan sawit alias CPO nan melakukan manipulasi tagihan ekspor alias under invoicing.

Sebelumnya Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kejaksaan Agung telah bergerak merespons temuan Purbaya. 

"Saya bakal minta laporan dari mereka minggu depan, seperti apa perkembangannya," kata Purbaya di Jakarta, Jumat pekan lampau (22/5/2026).

Purbaya meyakini, temuannya soal aktivitas manipulasi nilai ekspor 10 perusahaan sudah sangat jelas hingga termasuk ke dalam bagian dari praktik culas transfer pricing.

Purbaya belum mau mengungkap daftar nama 10 eksportir nan kedapatan melakukan praktik culas. Namun, dia menekankan, selain CPO, juga ada perusahaan Batu bara nan bakal diusut Kejagung dan BPKP lantaran melakukan praktik manipulasi nilai ekspor.

"Nanti jika sudah beres ya, kita enggak bakal bunuh perusahaannya. Cuman kita minta mereka melakukan, khususnya nan seharusnya. Tapi kelak dengan adanya penjual tunggal tadi harusnya aman," tegas Purbaya.

10 perusahaan nan dia temukan dari hasil random sampling itu melakukan permainan ekspor dengan memanfaatkan perusahaan cangkang di Singapura. Modusnya, mencantumkan nilai CPO nan murah ke negara tujuan, namun mengubah nilai jualnya saat setelah memasuki wilayah Singapura.

"Kirim ke Singapura, pakai perusahaan trading, mana perusahaannya dia sendiri. Dari sini ke sana, ke tujuannya dengan nilai nan dua kali lipat alias lebih. Ada nan 200%, ada nan 4 kali lipat. Jadi gitu," ucap Purbaya.

(hoi/hoi)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News