1.426 Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Ikuti Program Pemberdayaan PEKA

Sedang Trending 9 menit yang lalu

Jakarta -

Setiap tahun, ratusan ribu family kehilangan sosok pekerja nan jadi tulang punggung mereka. Ada di antaranya nan tutup usia akibat kecelakaan kerja, ada juga nan meninggal bumi lantaran sakit nan diderita.

Rasa duka tentu menjadi perihal pertama nan sangat terasa. Namun di kembali itu, ada kegundahan besar, soal gimana family ini bisa menjalani hidupnya ke depan.

Di titik inilah perlindungan agunan sosial ketenagakerjaan datang untuk mereka. Tak hanya berupa faedah rupiah semata, namun juga pendampingan bagi family pekerja agar kembali berdaya, mempunyai keterampilan, dan membangun sumber penghidupan baru, sehingga dapat melanjutkan kehidupan secara mandiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semangat inilah nan diwujudkan BPJS Ketenagakerjaan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Sejalan dengan semangat Hari Kemerdekaan untuk terus maju dan berdaya, BPJS Ketenagakerjaan menggelar Soft Launching Nasional PEKA nan dipusatkan di Bandung beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut diresmikan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli berbareng Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Wali Kota Bandung nan diwakili oleh Sekretaris Daerah Iskandar Zulkarnain, serta diikuti secara serentak di seluruh Indonesia.

Membawa semangat Value Beyond Protection, PEKA menjadi bukti bahwa perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tak berakhir ketika faedah telah diterima. Ada angan agar faedah tersebut menjadi injakan bagi pekerja dan keluarganya untuk bangkit, kembali produktif, dan melanjutkan kehidupan secara mandiri.

Semangat pemberdayaan tersebut juga sejalan dengan Asta Cita Ke-6 Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Yassierli mengapresiasi inisiatif BPJS Ketenagakerjaan melalui PEKA. Menurutnya, program tersebut menunjukkan bahwa kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tidak berakhir pada pemberian faedah alias santunan, tetapi bersambung dengan pendampingan agar faedah nan diterima dapat dikelola secara produktif dan memberikan faedah secara berkelanjutan.

"Idenya luar biasa. Menurut saya, ini kudu kita apresiasi. BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sampai memberikan duit alias santunan, tapi juga mengawal gimana duit alias santunan itu bisa berfaedah secara berlanjut, terus-menerus. Karena memang kemandirian ini menjadi kunci," ujar Yassierli dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2026).

Dia menilai PEKA berpotensi mendorong lahirnya tenaga kerja berdikari dan wirausaha baru. Kementerian Ketenagakerjaan juga siap bekerja-sama dan memberikan pendampingan agar para penerima faedah maupun mahir waris bisa mengembangkan upaya secara berkelanjutan.

"Kita berambisi bisa menumbuhkan tenaga kerja berdikari baru, wirausaha baru nan bakal menjadi soko pembimbing perekonomian bangsa kita. Ujungnya tentu kita berambisi tidak hanya wirausaha baru, tapi juga kelak menciptakan lapangan kerja baru," ujarnya.

Yassierli berambisi PEKA dapat menjadi angan baru bagi penerima faedah dan mahir waris untuk membangun kemandirian sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Sementara itu, Saiful Hidayat mengatakan PEKA berangkat dari perhatian terhadap keberlanjutan faedah nan diterima pekerja maupun mahir waris. BPJS Ketenagakerjaan mau memastikan faedah tersebut tidak hanya memberikan ketahanan dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bekal untuk membangun kemandirian ekonomi.

"Kami memandang gimana faedah nan diterima peserta ini bisa menjadi produktif. Kami cemas jika tidak dilakukan pendampingan dan pembekalan, faedah nan diterima hanya menjadi konsumtif. Karena itu, melalui PEKA kami mau mendorong shifting dari konsumtif menjadi produktif, dari menerima faedah menjadi mempunyai daya, dan pada akhirnya menjadi mandiri," ujar Saiful.

Menurutnya, keberhasilan PEKA bukan semata diukur dari jumlah training maupun peserta, melainkan dari keahlian penerima faedah untuk menjadi produktif, memperoleh penghasilan, dan kembali mandiri.

Sebanyak 1.426 penerima faedah mengikuti rangkaian aktivitas PEKA nan digelar serentak di 45 titik seluruh Indonesia.

Pemberdayaan nan diberikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta serta potensi ekonomi di masing-masing daerah. Bentuknya dapat berupa peningkatan kompetensi, training kewirausahaan, digital marketing/content creator, kuliner/tata boga, kerajinan/handicraft, florist, barista, laundry, make up, menjahit, reseller, serta training upaya lainnya sesuai potensi daerah.

Dalam pelaksanaannya, BPJS Ketenagakerjaan mengedepankan kerjasama dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, bumi usaha, perbankan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, komunitas, serta beragam mitra strategis lainnya.

"Harapannya aktivitas ini betul-betul menjadi aktivitas bersama. Karena itu kami bekerja-sama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, komunitas, dan ekosistem lainnya untuk bersama-sama memberdayakan ekonomi dan kemandirian para penerima manfaat. Bahkan, kita berambisi nantinya mereka juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru," pungkas Saiful.

(akd/akd)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News