1.235 Kasus HIV Tercatat di Bengkulu, Dinkes Tekankan Pentingnya Skrining Dini

Sedang Trending 2 jam yang lalu
1.235 Kasus HIV Tercatat di Bengkulu, Dinkes Tekankan Pentingnya Skrining Dini Ilustrasi(Dok Istimewa)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu melaporkan akumulasi temuan kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) di wilayah tersebut telah mencapai 1.235 kasus. Menanggapi nomor tersebut, otoritas kesehatan setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran bakal pentingnya penemuan awal melalui skrining dan tes kesehatan secara sukarela.

Data ini menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat bahwa ancaman penularan virus nan menyerang sistem kekebalan tubuh ini tetap nyata. Dinkes menekankan bahwa penemuan kasus sedini mungkin merupakan kunci utama dalam menekan nomor kematian dan mencegah penularan lebih luas di tengah masyarakat.

Pentingnya Deteksi Dini dan Skrining

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menyatakan bahwa sebagian besar kasus baru ditemukan saat kondisi pasien sudah memasuki tahap lanjut. Hal ini terjadi lantaran tetap adanya stigma negatif nan membikin masyarakat enggan alias takut untuk melakukan pemeriksaan.

“Kami membujuk warga, terutama golongan nan mempunyai akibat tinggi, untuk berani melakukan tes dini. Skrining ini bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga family dan orang-orang terdekat,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menyediakan akomodasi jasa kesehatan (fasyankes) nan bisa melayani tes HIV secara rahasia dan gratis. Dengan mengetahui status kesehatan lebih awal, pasien dapat segera mendapatkan terapi Antiretroviral (ARV) untuk menjaga kualitas hidup mereka tetap optimal.

Langkah Pencegahan HIV:

  • Melakukan hubungan seksual nan aman.
  • Menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian.
  • Melakukan skrining kesehatan secara rutin bagi golongan berisiko.
  • Menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) agar mereka mau mengakses pengobatan.

Memutus Rantai Penularan

Dinkes Bengkulu terus berupaya memperluas jangkauan skrining hingga ke tingkat puskesmas di seluruh kabupaten/kota. Selain itu, edukasi mengenai langkah penularan dan pencegahan HIV terus digencarkan untuk menghapus diskriminasi terhadap penderita.

Upaya penanggulangan HIV di Bengkulu juga melibatkan beragam organisasi dan organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjangkau populasi tersembunyi nan selama ini susah mengakses jasa kesehatan formal.

Masyarakat diminta tidak ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika merasa terpapar risiko. Kerahasiaan identitas pasien dijamin sepenuhnya oleh undang-undang, sehingga penduduk tidak perlu cemas dalam menjalani proses skrining hingga pengobatan.

Dengan tercatatnya 1.235 kasus ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu berambisi sasaran Three Zero (nol jangkitan baru, nol kematian mengenai AIDS, dan nol stigma-diskriminasi) dapat tercapai melalui kerja sama aktif antara pemerintah dan masyarakat.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia