
KRL (Foto: Okezone)
JAKARTA - Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 1.088 gerbong kereta alias sekitar 100 trainset KRL berusia tua alias mempunyai masa pakai di atas 30 tahun. PT KAI didorong untuk segera melakukan penggantian gerbong-gerbong tua dengan membeli nan baru dari dalam negeri alias impor.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono mengatakan saat ini kondisi KRL sudah dalam kategori melampaui kapasitas. Terutama saat pengoperasian di jam-jam sibuk pagi dan sore di hari-hari kerja. Peningkatan jumlah pengguna perlu dibarengi dengan peningkatan kapabilitas pikulan untuk mencegah terjadinya penumpukan di stasiun.
"Data kereta-kereta tua, akhir tahun lampau untuk kereta nan usianya di atas 30 tahun KRL ya, itu ada 1.088 unit gerbong. Sekitar 90-100 trainset, lantaran ada nan 10 rangkaian dan ada nan 8 rangkaian," ujar Allan saat ditemui di Jakarta, Senin malam (26/10/2026).
Lebih lanjut, Allan mengatakan PT KAI sendiri sudah mempunyai komitmen untuk pengadaan KRL sejak tahun 2023 hingga beberapa tahun mendatang. Komitmen pembelian KRL sejak tahun 2023 sebanyak 35 unit, sementara Presiden Prabowo Subianto juga telah menginstruksikan untuk pengadaan KRL baru sebanyak 30 unit dalam beberapa tahun mendatang.
Ia mendorong PT KAI untuk segera merealisasikan komitmen pengadaan KRL nan berjumlah 35 unit sejak tahun 2023. Namun memang saat ini tetap kurang 8 trainset lagi nan perlu dipenuhi.
Allan juga menyoroti rencana PT KAI untuk melakukan pengadaan KRL jejak dari Jepang. Hal tersebut diketahui lewat proposal nan diterima PT KAI kepada Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu. Kemenhub berambisi kepada PT KAI untuk melakukan pengadaan KRL baru daripada impor jejak untuk memenuhi permintaan penumpang.
"Mereka sudah menyampaikan proposalnya (rencana impor KRL jejak dari Jepang). Sedang kami pelajari dan sedang kami evaluasi, terutama mengenai spesifikasi teknisnya," tambahnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·