Taufik Fajar
, Jurnalis-Rabu, 28 Oktober 2026 |22:33 WIB

Ekosistem Digital (Foto: Okezone)
JAKARTA - Perusahaan BUMN ialah Perum Peruri dan PT Telkom Indonesia Tbk menjajaki pengembangan teknologi Post-Quantum Cryptography (PQC) untuk mengantisipasi akibat keamanan info akibat perkembangan komputasi kuantum. Penjajakan ini menjadi bagian dari inisiatif Quantum-Safe Indonesia nan melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Danantara Indonesia.
Keempat pihak berupaya memperkuat kesiapan ekosistem digital nasional menghadapi potensi ancaman terhadap sistem keamanan info nan saat ini digunakan.
Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko mengataka kerja sama ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam mengantisipasi perkembangan teknologi sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap jasa digital.
Peruri juga memperkuat kapabilitas digital trust, khususnya dalam penyediaan jasa identitas digital, sertifikat elektronik, tanda tangan digital, serta keamanan arsip elektronik agar tetap kondusif dan tepercaya di masa depan.
“Sebagai bagian dari ekosistem digital trust nasional, Peruri memandang kesiapan menghadapi era post-quantum sebagai bagian krusial dari penguatan kepercayaan dalam jasa digital. Kolaborasi ini membuka ruang untuk menggabungkan kapabilitas digital trust, cybersecurity, dan teknologi kriptografi dalam pengembangan solusi nan relevan dengan kebutuhan Indonesia,” ujar Teguh dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).

Teknologi komputasi kuantum berpotensi melemahkan sejumlah metode kriptografi konvensional nan selama ini melindungi info dan transaksi digital. Karena itu, pengembangan PQC diperlukan untuk menyiapkan metode perlindungan info nan bisa menghadapi keahlian komputasi generasi baru.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·