Putra Meisya Siregar Divonis Autoimun ITP, Berawal Batuk-Pilek hingga Memar

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Meisya Siregar dan anaknya, Bambang. Foto: Instagram/@meisya_siregar

Kabar kurang baik datang dari pasangan selebritas Meisya Siregar dan Bebi Romeo. Melalui unggahan di media sosial, Meisya mengungkap bahwa sang buah hati baru saja didiagnosis menderita penyakit ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura), kelainan darah nan cukup langka.

Padahal, selama ini Bambang dikenal sebagai anak nan sangat aktif. Meisya menyebut diagnosa ini tak pernah diduga.

"Bambang tumbuh sebagai anak nan sangat aktif dan sehat. Namun, secara mengejutkan, sang putra diberikan 'hadiah' berupa penyakit serius nan sebelumnya jarang kami dengar," ungkap Meisya dalam keterangannya.

instagram embed

Meisya menjelaskan bahwa penyakit tersebut adalah kondisi autoimun di mana tubuh menyerang dirinya sendiri.

"Penyakit ini kelainan autoimun di mana sistem kekebalan tubuh justru menyerang trombosit (keping darah) sendiri. Ini mengakibatkan jumlah keping darah rendah sehingga tubuh mudah memar alias berdarah," tulis Meisya Siregar.

Lebih lanjut, Meisya memaparkan bahwa awalnya penyebab penyakit ini dianggap tidak diketahui.

"Penyebab awalnya dianggap tidak diketahui (idiopathic), namun sekarang dipahami sebagai reaksi sistem imun nan keliru dalam mengenali sel tubuh nan baik sebagai musuh," jelas Meisya.

Kronologi Awal

Awalnya, Bambang hanya batuk dan pilek. Namun, kondisi tersebut tak kunjung membaik hingga muncul indikasi lain pada mata.

"Bambang mengalami indikasi batuk dan pilek nan tak kunjung sembuh, apalagi mulai muncul lendir dari matanya," kenang Meisya.

Artis Meisya Siregar saat menghadiri ulang tahun Thomas Djorgie di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu, (12/6). Foto: Ronny

Setelah dilakukan pemeriksaan thorax dan rontgen, terungkap Bambang menderita Sinus kronis, kondisi nan diturunkan secara genetis dari ayahnya, Bebi Romeo. Bambang sempat menjalani pengobatan intensif selama lima hari dengan mengonsumsi beragam obat.

"Bambang menjalani pengobatan selama lima hari dengan konsumsi antibiotik, anti-radang, pengencer dahak, hingga cuci hidung," urai Meisya.

Namun, tiga hari setelah pengobatan selesai, indikasi asing ITP mulai muncul saat Bambang sedang beraktivitas.

"Bambang main bola dan ditemukanlah memar di lutut, dan hari kedua muncul di seluruh badan lebih banyak lagi memarnya. Tanpa demam, tanpa perubahan perilaku, tanpa sakit," ungkap Meisya.

Meski terpukul memandang kondisi anaknya, dan merasa kejadian ini adalah pengingat dari Sang Pencipta agar dia dan suaminya lebih intens menjaga titipan Tuhan.

"Ini sebagai pengingat dari Tuhan agar diri saya dan suami lebih baik lagi dalam menjaga titipan-Nya dan semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta," tulis Meisya.

Meisya pun memohon support angan agar penyakit ini tidak berkarakter permanen.

"Doain, semoga ini hanya akut nan nggak dibawa Bambang seumur hidupnya. Masih ada pengobatan lanjutan, sampai nilai trombosit Bambang stabil terus," tutup Meisya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan