Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bakal segera melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai pertemuannya dengan sejumlah manajer investasi global, termasuk perwakilan dari BlackRock.
“Nanti, saya belum menghadap Pak Presiden, kelak saya laporkan. Jadi BlackRock bukan BlackRock ya, orang-orangnya datang ke situ, saya pikir bos-bosnya lah nan kepala bagian investasi nanya ke saya seperti apa kondisi ekonomi kita,” kata Purbaya di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4).
Dia mengaku mendapat banyak pertanyaan mengenai prospek ekonomi nasional, apalagi menyebut para penanammodal cukup terkejut dengan penjelasan nan dia sampaikan.
Purbaya juga menyinggung adanya persepsi di luar negeri nan menilai dirinya kurang terbuka alias jarang tampil di forum internasional.
“Di luar kan ada framing saya nggak bisa ngomong, saya inward looking, saya nggak terbuka, lantaran nggak pernah ke luar negeri. Kan kemarin ke luar negeri saya pertama kali kan,” jelasnya.
Dia juga menegaskan kunjungan ke luar negeri nan baru-baru ini dilakukan bermaksud untuk memberikan kepercayaan kepada penanammodal dunia mengenai pengelolaan ekonomi Indonesia berada di tangan nan kompeten.
Terlebih dia pernah menjanjikan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mendapati 6 persen. Dengan demikian Purbaya mau memastikan kepercayaan pasar tetap terjaga di tengah beragam persepsi nan berkembang.
Terkait potensi investasi, Purbaya menyebut aliran biaya dari penanammodal global, termasuk BlackRock, mulai masuk ke instrumen surat utang. Ke depan, dia membuka kesempatan masuknya investasi ke pasar saham seiring dengan prospek ekonomi nan dinilai semakin jelas.
“Kemarin sebagian ke surat utang dulu. Tapi saham juga bakal masuk. BlackRock kan pemain besar mana-mana kan. Begitu prospeknya jelas dia bakal masuk ke banyak tempat nan dianggap menguntungkan,” jelasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·