Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi keluhan penduduk mengenai kondisi Kali Ciliwung di area Menteng, Jakarta Pusat nan dipenuhi semak belukar dan sedimentasi. Dia menyebut penanganan dilakukan berjenjang dan saat ini difokuskan pada program normalisasi di segmen Cawang nan mempunyai cakupan cukup luas.
“Dari segi luas cakupan, jangkauan memang cukup luas. Dan kemarin konsentrasi untuk Ciliwung ini kan sebenarnya normalisasi Sungai Ciliwung nan segmen Cawang dan alhamdulillah pembebasan tanahnya relatif sudah selesai,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (13/4/2026).
Dia juga menilai viralnya kondisi aliran Kali Ciliwung di area Menteng itu justru membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mempercepat penanganan di lapangan.
“Tetapi memang saya kudu akui, semakin diviralkan menurut saya makin baik, sehingga kita segera menangani itu lantaran tidak semua wilayah itu bisa dijangkau,” katanya.
Selain normalisasi, Pramono menyebut bahwa Pemprov DKI juga menyoroti persoalan sedimentasi di titik pertemuan sungai nan menghalang aliran air menuju laut. Pramono mencontohkan kondisi di pertemuan Kali Ciliwung dan Kali Krukut nan sempat menyebabkan air tidak mengalir optimal.
“Seperti nan kemarin waktu kapan nan dilakukan pengerukan untuk nan beberapa hari nan lampau di pertemuan antara Ciliwung dan Krukut itu juga menjadi sumber apa, air tidak bisa segera turun ke laut,” ucapnya.
Untuk mengatasi perihal tersebut, Pemprov DKI telah menyetujui pengerukan besar-besaran dengan sasaran ratusan ribu meter kubik sedimen.
“Maka dengan demikian saya sudah menyetujui kurang lebih 178.000 kubik nan mudah-mudahan bakal diselesaikan dalam satu tahun ini dikeruk, agar air dari Pluit maupun dari Ciliwung bisa turun ke laut,” tutur Pramono.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·