Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pemerintahan nan dipimpinnya sukses menyelamatkan duit negara sebesar Rp 31,3 triliun dalam waktu 1,5 tahun. Uang tersebut berasal dari perkara tindak pidana korupsi, duit rampasan negara, hingga denda administratif nan dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung).
"Ini adalah sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi saya bahwa perihal ini terjadi acapkali di dalam pemerintahan nan saya pimpin baru 1,5 tahun ini," kata Prabowo saat menghadiri Penyerahan Denda Administratif dan Penyelematan Keuangan Negara di Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).
Dia mengatakan duit negara sebesar Rp 13,2 triliun sukses diselematkan oleh Kejagung pada Oktober 2025. Uang tersebut berasal dari hasil sitaan korupsi minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya.
Kemudian, Kejagung kembali menyerahkan duit senilai Rp6,6 triliun kepada negara pada Desember 2025, nan berasal dari rampasan negara dalam perkara tindak pidana korupsi dan penagihan denda administratif penyalahgunaan area hutan.
Pada 10 April 2026, Kejagung menyerahkan duit Rp11,4 triliun hasil denda administratif dan pengamanan finansial negara serta penguasaan kembali area rimba tahap VI.
"Dengan demikian, total duit tunai nan sukses kita selamatkan sampai hari ini adalah Rp 31,3 triliun. Ini nomor nan sangat besar," jelas Prabowo.
Menurut dia, duit tersebut dapar dipergunakan untuk memperbaiki 34.000 sekolah rusak di seluruh Indonesia. Prabowo menyebut pemerintah sudah memperbaiki 17.000 sekolah rusak pada tahun 2025 lalu.
"Berarti duit ini bisa dua kali lipat APBN, nan mana sekolah-sekolah berbelas tahun tidak mengalami perbaikan," tuturnya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·