Menteri Pertahanan Peru Carlos Diaz dan Menteri Luar Negeri Hugo de Zela, mengundurkan diri dari jabatannya pada Rabu (22/4). Mereka mundur imbas Presiden sementara Peru, Jose Balcazar, menunda pembelian pesawat tempur F-16 dari Amerika Serikat.
Balcazar, nan bakal mengakhiri masa jabatannya pada Juli, menyatakan pembelian tersebut ditunda hingga pemerintahan berikutnya terbentuk.
Peru sudah bertahun-tahun bermusyawarah dengan sejumlah perusahaan untuk memodernisasi armada jet tempur Mirage 2000 dan MiG-29 nan telah menua, nan diperoleh pada dasawarsa 1980-an dan 1990-an.
Negara itu berencana membeli total 24 jet tempur, dengan tahap awal pengadaan sebanyak 12 unit.
Lockheed Martin Jadi Kandidat Utama
Salah satu penawar utama adalah perusahaan asal Amerika Serikat, Lockheed Martin.
Departemen Luar Negeri AS pada September 2025 menyetujui penjualan pesawat F-16 beserta support mengenai ke Peru. Lockheed Martin ditunjuk sebagai kontraktor utama berbareng General Electric Aerospace dan RTX Corp dalam kesepakatan senilai sekitar 3,42 miliar dolar AS.
Perusahaan AS itu bersaing dengan produsen dari Swedia dan Prancis untuk memenangkan perjanjian jet tempur Peru.
Penandatanganan Dibatalkan
Dikutip dari Reuters, Kamis (23/4), Balcazar membatalkan penandatanganan akuisisi jet Lockheed Martin F-16 pada Jumat lalu, hanya beberapa jam sebelum aktivitas digelar.
Seorang pejabat pemerintah mengatakan, pembatalan dilakukan lantaran kekhawatiran pemerintah saat ini bakal mengikat pemerintahan berikutnya pada komitmen pertahanan berbobot besar.
Duta Besar AS untuk Peru Bernie Navarro menyatakan Washington bakal menggunakan “semua perangkat nan tersedia” terhadap pihak-pihak nan bermusyawarah “dengan itikad buruk” dengan Amerika Serikat.
Kontrak Disebut Sudah Ditandatangani
Di tengah polemik tersebut, dua menteri nan mengundurkan diri menyatakan perjanjian pembelian jet tempur F-16 justru telah ditandatangani pada Senin berbareng Lockheed Martin.
Pernyataan itu menambah kebingungan mengenai proses pengadaan. Dalam wawancara dengan radio lokal RPP, Hugo de Zela mengatakan kesepakatan mencakup tahap awal senilai 2 miliar dolar AS disusul tahap kedua sebesar 1,5 miliar.
Ia menambahkan pembayaran pertama dijadwalkan pada Rabu, meski tidak merinci nominalnya.
Sementara Carlos Diaz, nan baru menjabat sejak 17 Maret, dijadwalkan datang di hadapan Komite Pertahanan Kongres pada Senin untuk menjelaskan penangguhan penandatanganan kontrak.
“Sebuah keputusan strategis telah diambil di bagian keamanan nasional nan pada dasarnya saya tidak setujui,” kata Diaz dalam surat pengunduran dirinya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·