RI slams Israel over military banner at Gaza's Indonesian Hospital.
, JAKARTA, – Indonesia mengutuk keras pemasangan banner militer oleh pasukan Israel di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Kementerian Luar Negeri menyatakan protes atas pemasangan banner 'Rising Lion' tersebut melalui media sosial pada Rabu.
Kementerian menegaskan bahwa penggunaan simbol dan propaganda militer di letak rumah sakit nan hancur, terutama nan mengenai dengan operasi militer tertentu, sangat provokatif dan tidak dapat dibenarkan.
Rumah Sakit Indonesia di Gaza adalah akomodasi sipil nan didedikasikan untuk memberikan jasa medis kepada penduduk Palestina di wilayah tersebut. Meskipun dalam keadaan rusak, tempat ini tidak semestinya menjadi letak propaganda militer alias intimidasi.
“Tindakan ini adalah penghinaan terhadap akomodasi kemanusiaan nan dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina,” demikian pernyataan kementerian tersebut.
Indonesia juga mengingatkan bahwa rumah sakit dan semua akomodasi medis kudu dihormati dan dilindungi sesuai norma humaniter internasional. Kementerian mendesak Israel untuk menghentikan semua tindakan nan melanggar perlindungan prasarana sipil dan memastikan adanya pertanggungjawaban atas serangan terhadap akomodasi medis di Gaza.
Rumah Sakit Indonesia di Gaza mengalami kerusakan selama operasi militer Israel di wilayah tersebut dari Oktober 2023 hingga gencatan senjata tercapai pada Oktober 2025. Direktur rumah sakit, Dr. Marwan Al-Sultan, dan keluarganya tewas ketika kediamannya di barat Gaza terkena serangan Israel pada Juli 2025.
Menurut laporan media, pasukan Israel nan menduduki reruntuhan rumah sakit memasang banner propaganda militer 'Rising Lion' di genting bangunan. 'Rising Lion' juga merupakan nama sandi operasi militer Israel melawan Iran pada Juni 2025.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·