Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, inflasi bulanan (month to month) pada 3 provinsi terdampak bencana, Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat menunjukkan perbaikan.
Menurut dia, perihal itu menjadi parameter bahwa upaya perbaikan sarana dan prasarana prasarana sosial dan ekonomi berkontribusi positif dalam penyediaan dan pengendalian nilai bahan pokok masyarakat.
"Data inflasi year on year oke untuk jadi pegangan nasional dan bumi internasional. Tapi jika untuk mengendalikan inflasi, lebih tepat kita menggunakan yang month to month," kata Tito dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi nan dirangkaikan dengan pembahasan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Bantuan Operasional Kesehatan Pengawasan Obat dan Makanan di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta, Senin (6/4/2026).
Dia menuturkan, dalam pengendalian inflasi, parameter bulanan lebih mencerminkan kondisi riil dibandingkan inflasi tahunan (year on year) nan lazim digunakan sebagai referensi makro.
Secara nasional, inflasi tercatat menurun dari 4,76 persen menjadi 3,48 persen. Sementara itu, secara bulanan, inflasi juga melandai dari 0,68 persen menjadi 0,41 persen.
Perkembangan ini dipengaruhi antara lain oleh normalisasi tarif listrik serta peningkatan mobilitas pada periode libur panjang dan Hari Raya nan berakibat pada golongan makanan, minuman, dan transportasi.
Pada 3 wilayah terdampak bencana, Sumatra Barat dan Aceh masing-masing mencatat inflasi bulanan sebesar 0,04 persen, sedangkan Sumatra Utara mengalami deflasi sebesar 0,13 persen.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·