Intan mengaku mengenal pelaku pada awal Februari 2026 saat bekerja di sebuah kafe di area Kota Batu, Kota Batu. Hubungan keduanya melangkah lancar.
Tak butuh waktu lama, mereka mulai bercintaan pada 14 Februari 2026 dan memutuskan menikah secara siri pada 3 April 2026.
Selama berkenalan, Intan tidak meletakkan kecurigaan. Bahkan, menurut Intan, bunyi dan penampilan pelaku juga meyakinkan sebagai pria.
"Dia ngakunya cowok, suaranya juga kayak cowok," ujar Intan.
Pelaku mengaku berasal dari Jakarta dan bekerja sebagai konsultan. Bahkan, pelaku menjanjikan rumah dan mobil mewah untuk Intan.
"Sebelum nikah, dijanjikan diberi rumah dan mobil lamborghini. Lalu juga diminta buat paspor untuk keluar negeri," ungkap Intan.
Pelaku juga menjanjikan mahar sebesar 400 US dollar. Namun, saat perkikahan pelaku hanya bisa memberikan mahar Rp 100 ribu.
Kebohongan pelaku mengenai identasnya sebagai wanita akhirnya terbongkar pada malam pertama setelah pernikahan.
Saat itu, Intan terkejut memandang pelaku menggunakan perangkat kelamin buatan. Tangis Intan langsung pecah hingga membikin family gempar.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·