Pemerintah Kabupaten Jember menambah panjang daftar penghargaan setelah menyabet tiga award baru nan diraih dalam sepekan ini.
"Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Jember. Mari kita melangkah berbareng menuju Jember Baru, Jember Maju," kata Bupati Jember, Muhammad Fawait alias Gus Fawait, Rabu, 22 April 2026.
Pertama, penghargaan dari PWI Jawa Timur nan menobatkan Gus Fawait sebagai Tokoh Daerah Peningkatan Layanan Publik tahun 2026.
Gus Fawait dinilai melakukan perubahan signifikan untuk memperluas akses kesehatan saat mengalokasikan biaya Rp366 miliar agar Jember masuk program Universal Health Coverage (UHC) mulai tahun 2025.
Sejak saat itu, untuk pertama kalinya setiap masyarakat kota tembakau nan berjumlah sekitar 2,6 juta jiwa dapat menjangkau jasa berobat cuma-cuma di seluruh rumah sakit.
Kemudian, Gus Fawait memfungsikan 31 instansi kecamatan sebagai tempat mencetak manajemen kependudukan (adminduk). Padahal, sebelum-sebelumnya pencetakan terjadi di instansi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).
Gus Fawait menyediakan kanal unik berjudul 'Wadul Guse' untuk menerima protes masyarakat terhadap jasa publik. Tersedia tim nan terkoordinasi dengan Gus Fawait seketika merespons sigap setiap keluhan warga.
Kedua, penghargaan dari beritajatim.com nan menganugerahkan Gus Fawait sebagai Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan.
Bupati Fawait dianggap membikin terobosan nan tidak biasa. Tiba-tiba memobilisasi 22 ribu ASN untuk bergerak memvalidasi dan memverifikasi (verval) terhadap 97 ribu penduduk nan masuk dalam info kemiskinan ekstrem.
Masing-masing ASN mendapat tugas verval terhadap 4-5 warga. Para abdi negara itu wajib mendatangi alamat nan tertera, berjumpa langsung dengan warga, dan memandang sendiri kondisi kehidupan rakyat nan sebenarnya.
Langkah Bupati Fawait bermaksud agar info kemiskinan bukan sekadar laporan di atas kertas, melainkan dilandasi kebenaran empirik. Sehingga, program pengentasan kemiskinan dirancang berdasar kenyataan, bentuknya relevan dengan kebutuhan, dan terlaksana secara tepat sasaran.
Pendataan presisi tentang kehidupan penduduk miskin ekstrem turut menentukan tingkat efektivitas shopping anggaran. Mengingat, kebijakan Gus Fawait dalam APBD Jember 2026 mengalokasikan biaya shopping bansos senilai Rp 22 miliar; dan shopping hibah sebesar Rp 164,7 miliar.
Ketiga, penghargaan nan dilatarbelakangi keahlian berbasis gender. Kompas TV menganugerahkan Puspa Cita Award kepada istri Bupati Fawait, Ghyta Eka Puspita namalain Ning Ghyta.
Ning Ghyta dinilai berkedudukan menggagas buahpikiran pemberdayaan untuk ribuan wanita penjual bahan makanan dan sayuran keliling alias nan disebut 'mlijo'. Dari pikiran Ning Ghyta, lahirlah program 'Mlijo Cinta'.
Sekitar Rp11 miliar biaya nan dibelanjakan untuk membikin gerobak, dan tempat unik memajang peralatan dagangan di belakang motor nan dibagi-bagikan kepada sekitar 2.500 pelaku upaya mlijo.
Ning Ghyta nan mengetuai Tim Penggerak PKK Jember apalagi turun tangan melakukan pendampingan untuk membantu mengurus perizinan usaha, sampai pengembangan produk, dan pemasaran upaya mlijo.
"Bagi saya, banyak persoalan di wilayah berakar dari keluarga. Karena itu PKK datang untuk mendampingi, membersamai, dan menguatkan wanita agar bisa menjadi penggerak dari lingkup terkecil," tutur alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya itu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·