Jakarta Kota Teraman Kedua di ASEAN Versi Global Residence Index, Begini Penilaian dan Indikatornya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Yang menarik, penilaian keamanan dalam riset ini tidak hanya bertumpu pada nomor kejahatan semata. Global Residence Index menekankan bahwa ancaman terhadap keselamatan tidak melulu datang dari kejahatan, melainkan juga dari aspek lain seperti kecelakaan, bencana, hingga kualitas struktur sosial.

“Banyak orang dari negara nan relatif kondusif condong meremehkan pentingnya keamanan pribadi. Banyak perihal nan bisa membunuh alias melukai seseorang, bukan hanya ancaman dari orang bersenjata,” demikian dikutip dari laman resmi Global Residence Index, Kamis (9/4/2026).

Global Residence Index menyampaikan bahwa sebuah kota bisa saja mempunyai tingkat kejahatan rendah, tetapi tetap berisiko tinggi jika nomor kecelakaan alias musibah alamnya tinggi.

Jika ditelisik lebih dalam, posisi Jakarta sebagai kota kedua teraman di Asia Tenggara ditopang oleh sejumlah parameter nan cukup beragam.

Pertama, dari sisi kejahatan berat, Jakarta mencatat tingkat pembunuhan nan relatif rendah, ialah 0,8 per 100.000 penduduk. Angka ini menunjukkan bahwa kasus kejahatan ekstrem tetap tergolong minim.

Kemudian, dari perspektif persepsi publik, indeks keamanan berbasis survei nan dihimpun oleh Numbeo menunjukkan Jakarta berada pada skor 46,62. Nilai ini mencerminkan bahwa masyarakat tetap memandang Jakarta relatif aman, meski belum sepenuhnya bebas dari kekhawatiran.

Sementara itu, parameter makro seperti Indeks Perdamaian Global mencatat nomor 0,68, nan mencerminkan kondisi stabilitas sosial dan politik nan cukup terjaga. Risiko keamanan dan akibat politik masing-masing berada di nomor 0,5.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita