Liputan6.com, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyebut pola peredaran narkotika di Indonesia berkembang pesat dan semakin susah dideteksi. Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan jenis narkotika sekarang tidak lagi terbatas pada heroin alias ekstasi, tetapi telah berkembang dalam corak cair, sintetis, hingga tersamarkan dalam rokok elektronik.
“Narkotika di Indonesia sudah berubah sangat cepat, termasuk dalam corak cair dan disamarkan melalui media rokok elektronik,” ujarnya di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut memerlukan penguatan izin nan tidak dapat dilakukan BNN sendiri, melainkan melalui sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait.
BNN memperkuat kemitraan strategis dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui audiensi ketua kedua lembaga di Jakarta pada 10 April 2026.
Suyudi mengapresiasi kerja sama nan telah terjalin dan menilai tetap diperlukan penguatan kerjasama ke depan.
Menanggapi perihal itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan kesiapan pihaknya untuk memperkuat kerjasama berbasis info ilmiah. Ia menegaskan setiap kebijakan nan diambil bakal didasarkan pada kajian ilmiah nan komprehensif.
Kedua lembaga juga sepakat memperbarui nota kesepahaman guna memperkuat landasan norma kerja sama serta memperluas kolaborasi.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·