Jakarta, CNN Indonesia --
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Projo Freddy Alex Damanik mengatakan para relawan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bangga mendapat julukan golongan 'termul'.
Istilah termul ini merupakan singkatan dari Ternak Mulyono, sebuah sindiran nan muncul di media sosial kepada para pendukung Jokowi.
"Termul-termul itu bangga disebut termul. Abang percaya nggak? Kalau saya bangga disebut sebagai orang Indonesia nan mendukung ide. Nah jika saya itu. Kalau idenya cocok, visinya cocok, saya dukung. Bukan orang nan saya dukung. Nah itu, saya bangga di situ," kata Freddy di CNN Indonesia TV, Rabu (22/4) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polemik termul ini kembali mencuat setelah disinggung Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) nan marah lantaran diseret-seret dalam kasus piagam Jokowi.
Freddy menjamin para relawan organik sama sekali tidak terlibat dalam menyerang JK setelah melaporkan Rismon Sianipar atas video nan menyebutnya sebagai bohir kasus piagam Jokowi.
"Kejengkelan apa nan dilakukan oleh relawan Pak Jokowi, nggak ada. Nggak ada relawan Jokowi itu terlibat dalam situ. Itu keluar pernyataan dari kerabat Roy nan dimodifikasi dalam corak AI," ujarnya.
"Relawannya Pak Jokowi nan terkonsolidasi dari dulu itu tidak ada pernah melakukan apa terhadap Pak JK. Jadi relawan tidak menyerang Pak JK," sambungnya.
Terkait sentilan JK nan ikut meminta pembuktian keaslian piagam Jokowi dalam momen tersebut, Freddy mengingatkan bahwa polemik arsip pendidikan itu sudah diproses oleh abdi negara penegak hukum.
"Keluarlah statement Pak JK di Bareskrim bahwa tunjukkan saja ijazahnya Pak Jokowi itu. Sementara ini sudah menjadi persoalan norma nan sudah dilaporkan delik kejuaraan oleh Pak Jokowi di Polda Metro Jaya. Kan ijazahnya objeknya ijazah, ijazahnya sekarang sudah ditanganin di Polda Metro Jaya," katanya.
Sebelumnya, JK menduga laporan terhadap dirinya atas rumor penistaan kepercayaan dipicu setelah dia bicara soal rumor piagam tiruan Jokowi. Padahal, dia meyakini bahwa Jokowi mempunyai piagam original sebagai lulusan UGM.
Menurut JK, laporan polisi terhadap dirinya juga dipicu lantaran dirinya melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar atas dugaan penyebaran hoaks dan buletin bohong mengenai piagam Jokowi. Rismon sekarang berbalik arah setelah sempat menjadi pihak nan menuding piagam tiruan Jokowi.
"Saya tidak menuduh politis, tapi ini kenyataannya bahwa ini timbul setelah saya mengadukan Rismon dan kedua saya mengatakan bahwa ini sudah dua tahun rakyat ini berkonflik, bertentangan, saling mengadu, saling apa itu berteriak-teriak demo. Sudahlah Pak Jokowi, sudahlah. Kasih lihat piagam saja. Itu saja," kata JK.
JK meluapkan kekesalannya dengan para Termul [singkatan dari Ternak Mulyono]. JK mengingatkan bahwa dirinya adalah salah satu nan membawa Jokowi ke Jakarta dari Solo untuk memenangkan bangku gubernur DKI Jakarta 2012 silam.
"Apa kurangnya saya coba? Saya bawa ke Jakarta," kata JK.
"Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi Presiden lantaran saya. Kan tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden?"
Rismon Hasiholan Sianipar berkukuh potongan video nan menyebut JK sebagai pendana namalain bohir kasus dugaan piagam tiruan Jokowi merupakan hasil rekayasa artificial intelligence (AI).
Rismon menyatakan dirinya justru menjadi korban buntut beredarnya video hasil rekayasa AI tersebut.
"Jadi itu adalah produk AI, saya katakan saya adalah korban dari produk AI," kata Rismon kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (15/4).
(fra/kna/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·