Jakarta -
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib beli dari desa. Ia mengungkap banyak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) nan melakukan pelanggaran mengenai tata kelola penyediaan bahan baku.
"Ini juga ditemukan banyak nan tidak sesuai dengan tata kelola. Tata kelolanya, SPPG itu kudu mengambil supplier bahan bakunya itu dari desa tersebut, dari tempat tersebut, apakah Koperasi Desa Merah Putih, apakah BUMDes, apakah UMKM, alias upaya desa lainnya," kata Zulhas kepada wartawan di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menekankan setiap SPPG kudu mempunyai banyak pemasok dari lingkungan sekitar. Hal itu, katanya, agar faedah ekonomi program dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat setempat.
"Oleh lantaran itu, SPPG itu mesti supplier-nya banyak. Nah, itu juga banyak ditemukan oleh Bu Nanik dan teman-teman banyak terjadi pelanggaran," ujarnya.
Zulhas menjelaskan pengarahan tersebut merupakan bagian dari petunjuk Presiden Prabowo Subianto agar program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah.
"Karena atas perintah Bapak Presiden, SPPG ini kudu bisa menumbuhkan ekonomi nan ada di daerah, seperti contoh di Jawa Timur nilai telur turun itu bisa diangkat oleh BGN lantaran belanjanya di situ misalnya, ya. Dan seterusnya dan seterusnya," ujarnya.
(eva/whn)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·