Seorang anak berinisial MWP (6) nan menjadi korban perundungan lampau tersetrum listrik di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat pada Minggu (7/6), mengaku dipukul oleh para pelaku. Hal ini disampaikannya kepada ibunya, Vira (26) usai sadar pada Senin (8/6) di RSCM.
“Pas dia sadar besok harinya dia ngomong gini, ‘Mama saya kemarin lenyap digebuk sama teman-teman’,” kata Vira kepada wartawan di Jalan Anyer, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/6).
Vira pun menanyakan kepada anaknya argumen dia dipukul. Kata Vira, anaknya mengatakan lantaran dia tidak membawa uang.
“‘Kenapa?’, ‘Soalnya saya nggak dikasih uang, soalnya kan saya jika main ke lapangan kudu minta duit dulu’ katanya,” sebut Vira.
Vira mengatakan, pemalakan terhadap anaknya sudah seringkali terjadi. Korban kudu memberikan duit agar mendapatkan teman.
“‘Kok gitu sih, Dek?’, ‘Iya jika saya nggak dikasih duit saya nggak ditemenin sama mereka,’ gitu. ‘Maksudnya setoran uang?’, ‘Setoran duit ke mereka’ gitu,” ungkap Vira.
Anak Vira bukanlah satu-satunya korban nan dipalak. Diketahui bahwa duit palak tersebut digunakan pelaku untuk menjajani diri mereka sendiri.
“‘Emang Dede aja?’, ‘Enggak sih, anak wanita juga waktu itu’, ‘Itu uangnya buat apa, Dek?’, ‘Buat dia jajan-jajan’ katanya,” ucap Vira.
Korban Trauma Bermain di Taman
Atas peristiwa tersebut, Vira mengatakan anaknya tidak mau kembali bermain ke Taman Kramat Pulo. Ia ketakutan dipukul kembali.
“Ada kata dede bilang sama saya, ‘Mama, saya enggak mau pulang lagi ke sana, saya nggak mau pulang saya takut, takut digebuk pakai kayu’ gitu,” ungkap Vira.
Adapun perundungan nan terjadi dilakukan oleh dua orang pelaku ialah R (18) dan L (13). Kasus ini pun telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat pada Senin (8/6) dan sekarang sedang didalami oleh pihak kepolisian.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·