Jakarta -
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) alias Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya ditargetkan bisa mengolah sampah hingga 1.500 ton per hari. Langkah itu merupakan upaya pemerintah dalam menangani persoalan sampah.
Hal tersebut diungkapkan Zulhas saat peresmian dimulainya pembangunan PSEL Bogor Raya di Galuga, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.
"TPAS Galuga termasuk nan kondisinya darurat. Karena itu, nan kita dahulukan adalah daerah-daerah nan darurat dan memberikan akibat jelek bagi masyarakat. Persoalan sebesar ini tidak mungkin diselesaikan Bogor sendiri. Pemerintah pusat kudu turun dan kita kerjakan bersama-sama," ujar Zulhas dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menilai kehadiran PSEL Bogor Raya sangat krusial untuk mengelola sampah di wilayah tersebut. Pasalnya, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor menghasilkan sampah harian dalam jumlah nan cukup besar.
"Persoalan sampah di Bogor Raya memerlukan penanganan segera. Kabupaten Bogor menghasilkan sekitar 3.000 ton sampah per hari, sementara Kota Bogor menghasilkan sekitar 700-1.000 ton per hari," jelasnya.
Dia mengatakan nantinya sampah-sampah tersebut bakal 'disulap' menjadi daya listrik.
"PSEL Bogor Raya ditargetkan bisa mengolah sekitar 1.500 ton sampah baru per hari nan berasal dari Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Sampah tersebut bakal dikonversi menjadi daya listrik dengan kapabilitas sekitar 20-30 MW, dengan PT PLN (Persero) sebagai offtaker," tutupnya.
(ega/ega)
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·