Pengurus yayasan sekolah swasta di area Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membantah adanya aktivitas ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut. Pernyataan itu disampaikan di tengah penyelidikan polisi mengenai temuan sekitar 995 senjata di lingkungan yayasan.
Kuasa norma yayasan, Hermawanto, mengatakan info nan diterima pengurus baru dari para pembimbing menyebut sekolah tidak pernah mempunyai ekstrakurikuler menembak.
“Kami informasikan berasas info dari para guru-guru nan sudah lama di sini, bahwa di sekolah ini tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak,” kata perwakilan yayasan kepada wartawan, Jumat (7/8).
Pernyataan itu berbeda dengan keterangan PT Lokta Karya Perbakin nan sebelumnya menyebut ratusan airsoft gun tersebut merupakan inventaris berizin untuk aktivitas ekstrakurikuler menembak nan melangkah sejak 2020 dan berakhir setelah pembinanya meninggal pada 2024.
Pengurus yayasan juga mengaku baru mengetahui keberadaan ratusan senjata tersebut setelah memperoleh akses ke sejumlah ruangan nan sebelumnya dikuasai pengurus lama.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan menyelidiki temuan sekitar 995 senjata nan terdiri dari airgun, air rifle, serta satu pucuk nan diduga senjata api di sebuah yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang.
Polisi juga menyelidiki temuan lain berupa amunisi, narkotika, hingga peralatan lainnya nan ditemukan di lokasi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·