Cikal Bintang
, Jurnalis-Kamis, 12 Februari 2026 |01:01 WIB

Pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo. (Foto: Instagram/fabioquartararo20)
SEPANG – Pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, memberikan pertimbangan jujur nan cukup pahit usai menjajal mesin V4 terbaru pada tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Sepang, Malaysia. El Diablo –julukan Quartararo– secara terang-terangan mengakui performa kuda besi baru Yamaha tersebut tetap tertinggal sangat jauh jika dibandingkan dengan kekuatan para rival di lintasan.
Meski turun dua hari saat shakedown dan tampil di hari pertama tes resmi, Quartararo merasa pengembangan motor tersebut belum cukup untuk menantang kekuasaan para pesaing. El Diablo menilai jarak performa dengan pabrikan rival tetap terpaut cukup lebar.
Situasi makin rumit ketika hambatan teknis memaksa kandang mobil Yamaha tertutup pada hari kedua tes. Pada saat nan sama, Quartararo juga kudu menahan nyeri akibat cedera patah jari nan mengganggu persiapannya.
Di akhir hari pembuka, dia hanya bisa menempati posisi kesembilan dengan selisih 0,851 detik dari Marc Marquez nan memuncaki catatan waktu. Fakta di lintasan itu membikin kepercayaan dirinya belum sepenuhnya terbangun jelang musim baru.
1. Tantangan Teknis
"Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya percaya diri lantaran kita memandang sungguh besarnya kami menderita, kita memandang bahwa catatan waktu kami tidak terlalu bagus,” ujar Quartararo dikutip dari Crash, Kamis (12/2/2026).
Fabio Quartararo
Kendati demikian, Quartararo menegaskan fokusnya tetap sederhana ialah memaksimalkan keahlian apa pun kondisi nan ada. Baginya, posisi start di grid kelak bukan prioritas utama selama tim terus menunjukkan progres.
Juara MotoGP 2021 itu juga membantah dugaan bahwa performa kurang maksimal disebabkan adaptasinya dari mesin Inline4 ke V4. Dia merasa sudah memahami perubahan style balap nan diperlukan, namun paket teknis Yamaha memang belum setara dengan milik rival. Menurutnya, tetap ada daftar panjang sektor nan perlu dibenahi oleh tim mekanik Yamaha.
"Masih banyak pekerjaan nan kudu dilakukan, terutama pada saat menikung, traksi, elektronik, daya cengkeram, hingga tenaga. Jadi ada banyak perihal nan kudu disesuaikan," sambung Quartararo.
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·