Woven City: Cara Toyota ‘Menenun’ Masa Depan di Kaki Gunung Fuji

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Dok. Toyota Motor Corporation.

Bagi orang Jepang, Gunung Fuji bukan sekadar gunung biasa. Ia adalah simbol nan melibatkan unsur spiritual, budaya, dan identitas nasional. Pun bagi Toyota, sejumlah akomodasi krusial mereka ada di sekitar itu, salah satunya Fuji Speedway.

Kini area sebuah pabrik Higashi-Fuji berubah menjadi ‘laboratorium hidup’ berjulukan Toyota Woven City. Letaknya di Kota Susono, Prefektur Shizuoka. Di lahan seluas lebih dari 70 hektare proyek pengembangan solusi mobilitas Toyota dilakukan di kaki Gunung Fuji tersebut.

"Higashi-Fuji menjadi salah satu akomodasi nan terdampak akibat gempa Jepang tahun 2011. Fasilitas ini dipindah dan sekarang direkonstruksi kembali sebagai Woven City,"

Woven City merupakan realisasi dari visi perusahaan untuk beralih bentuk menjadi perusahaan mobilitas. Kala itu di gelaran CES 2018, Akio Toyoda berbicara mengenai rencana membangun sebuah kota berdikari nan menjadi pusat kerjasama antara inovator, teknologi, dan warganya itu sendiri.

Semangat kerjasama ini tak lepas dari filosofi Kakezan. Dan dari sinilah beragam teknologi untuk memberikan kemudahan bagi seluruh penduduk Jepang dan bumi bakal lahir.

instagram embed

Filosofi Kakezan nan berfaedah "perkalian" menjadi mesin utama di Woven City. Di sini, penemuan tidak lahir dari satu pihak saja, melainkan hasil pengalian kekuatan antara para Inventors (ilmuwan dan startup) dengan para Weavers (penghuni dan pengunjung).

Para penunggu dapat memberikan feedback secara real-time terhadap teknologi nan mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan siklus pengembangan nan sigap dan akurat.

Untuk mendukung ekosistem ini, Toyota membangun prasarana nan terintegrasi dalam empat pilar utama: People, Goods, Information, dan Energy.

Di permukaan, jalanan dibagi menjadi tiga jalur berbeda untuk memastikan keamanan pejalan kaki dan kendaraan otonom seperti e-Palette. Sementara itu, urusan logistik dilakukan sepenuhnya di bawah tanah menggunakan robot otomatis agar tidak mengganggu aktivitas warga.

instagram embed

Segalanya dikendalikan oleh teknologi. Mulai dari Arene OS nan menjadi platform perangkat lunak terintegrasi, hingga pemanfaatan AI (Artificial Intelligence) dan robotik untuk memahami perilaku serta kebutuhan mobilitas manusia. Menariknya, seluruh kota ini digerakkan oleh daya bersih berbasis sel bahan bakar hidrogen dan tenaga surya.

Namun, di kembali semua kecanggihan masa depan ini, Woven City tetap berpijak pada nilai-nilai historis. Nama "Woven" alias menenun merujuk langsung pada warisan pendiri Toyota, Sakichi Toyoda, nan memulai perjalanannya dengan menciptakan perangkat tenun kayu untuk membantu ibunya. Semangat membantu sesama itulah nan sekarang diterjemahkan melalui teknologi mutakhir untuk mencapai misi "Well-being for All".

Dengan tuntasnya pembangunan fase pertama, Woven City bukan lagi sekadar konsep di atas kertas. Ia adalah bukti nyata gimana warisan masa lampau dan teknologi masa depan dapat dijalin berbareng untuk menciptakan kualitas hidup nan lebih baik bagi semua orang.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan