Wisata Menonton Dugong di Alor Belum Didukung Dermaga

Sedang Trending 15 jam yang lalu
Wisata Menonton Dugong di Alor Belum Didukung Dermaga Dugong berjulukan Mawar muncul saat visitor tiba di titik keberadaan dugong tersebut di pesisir Pantai Mali, Desa Kabola, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Jumat (16/10).(MI/PALCE AMALO)

WISATA menonton dugong di Pantai Mali, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), menawarkan pengalaman menyaksikan mamalia laut di kediaman alaminya. Namun, destinasi nan dilayani tujuh perahu wisata itu belum mempunyai dermaga alias jeti untuk menambatkan perahu dan memudahkan visitor naik maupun turun.

Pantai Mali terletak di Desa Kabola, Kecamatan Teluk Mutiara, sekitar 10 kilometer dari Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor. Untuk menikmati wisata ini, visitor dikenai tarif Rp150 ribu per orang bagi visitor lokal dan Rp200 ribu per orang bagi visitor asing untuk sekali perjalanan menggunakan perahu.

Nakhoda perahu wisata, Bambang Waang, mengatakan rata-rata visitor antara 100-200 orang per bulan. Menurutnya, kunjungan tersebut tidak berjalan merata setiap hari. Pada waktu tertentu, visitor datang dalam golongan kecil, tetapi ada pula hari ketika tidak ada pengunjung. “Kadang-kadang tamu dua orang, tujuh orang. Tergantung dari tamu,” kata Bambang kepada wartawan di Pantai Mali, Jumat (16/10).

Dalam pengamatan pada Jumat siang, satu dugong terlihat di perairan itu. Menurut Dia, terdapat tiga dugong di perairan tersebut, salah satunya berjulukan Mawar.

Saat visitor tiba, dugong berjulukan Mawar terlihat muncul ke permukaan air dan berenang mendekati perahu. Satwa laut itu kemudian berenang di sekitar perahu sebelum kembali menyelam, menghadirkan pengalaman menarik bagi visitor nan mau menyaksikan dugong di kediaman alaminya selama 20-30 menit.

Sementara itu, ketiadaan dermaga menjadi salah satu hambatan dalam pelayanan wisata. Selain berfaedah sebagai tempat tambatan perahu, akomodasi itu dibutuhkan untuk memudahkan penumpang mengakses perahu, terutama ketika kondisi air laut berubah akibat pasang surut. Perubahan kondisi perairan juga membikin letak keberangkatan kudu disesuaikan.

Karena itu, Bambang berambisi pemerintah alias pihak mengenai dapat menyediakan dermaga untuk mendukung aktivitas wisata tersebut.“Kalau bisa ada dermaga,” ujarnya.

Dari sisi keselamatan, setiap perahu telah dilengkapi jaket pelampung bagi wisatawan, namun keberadaan akomodasi keselamatan itu krusial untuk menunjang perjalanan visitor menuju letak pengamatan.(H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑