KPK Beberkan Konstruksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Klaten

Sedang Trending 1 jam yang lalu

KPK Beberkan Konstruksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Klaten

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo keluar Gedung Merah Puth KPK mengenakan rompi oranye.

JAKARTA — Plt Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Achmad Taufik Husein, membongkar bangunan perkara dugaan korupsi nan menjerat Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo (HWI), pasca-operasi tangkap tangan (OTT). KPK membagi skandal rasuah nan melibatkan orang nomor satu di Klaten tersebut ke dalam lima klaster utama.

“Konstruksi perkara ini terbagi ke dalam lima klaster,” ujar Achmad Taufik Husein kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, klaster pertama berangkaian dengan dugaan suap pemeriksaan Laporan Keuangan (LK) Pemkab Klaten Tahun Anggaran 2025. Pada April 2026, BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menemukan kelebihan pembayaran honorarium sebesar ±Rp5 miliar, nan terdiri atas honorarium narasumber sosialisasi peraturan tidak sesuai jam penyelenggaraan sebesar Rp4,16 miliar dan kelebihan honor pelaksana aktivitas Rp1,02 miliar.

Atas temuan tersebut, HWI berbareng Inspektur Daerah Pemkab Klaten (AGS) menggelar pertemuan di Semarang dengan Kepala Bidang Pemeriksaan Jateng 3 BPK Jateng (IHS) serta Kepala Perwakilan (Kalan) BPK Jateng (ALU).

“Adapun dalam pertemuan tersebut, dibahas tentang rencana dropping dua temuan mengenai kelebihan pembayaran honorarium sebesar ±Rp5 miliar dimaksud,” tuturnya.

Pertemuan susulan kemudian digelar pada Mei 2026 antara HWI dan ALU untuk memuluskan negosiasi penghapusan temuan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Pihak BPK sempat meminta duit support sebesar Rp600 juta, nan kemudian disepakati turun menjadi Rp400 juta usai ditawar oleh HWI.

“Bahwa selanjutnya dari pertemuan tersebut, HWI melakukan pertemuan dengan JP selaku Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten, RZI selaku Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, serta MHP selaku Kepala BPKAD Pemkab Klaten. Dalam pertemuan itu, ALU memberikan kontak 'kode AMIDIS' kepada HWI melalui perantara IHS dan AGS. HWI lantas meneruskan kode tersebut ke RZI untuk menyiapkan duit Rp400 juta,” jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑